facebook google twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • Travel
  • Life Style
    • Category
    • Category
    • Category
  • About
  • Contact
  • Download

az-zuhruf

some stories and thoughts

        Tajamnya kerikil yang merata di jalanan tak mematahkan semangat para wanita di balik punggung Gunung Wilis ini untuk mewujudkan mimpi mereka. Mengisi hari hanya sebagai ibu rumah tangga atau dengan bekerja membantu suami di ladang yang sempit membuat kondisi ekonomi warga Dusun Dasun Desa Joho Kecamatan Semen Kabupaten Kediri ini tak menentu. Ujung-ujungnya, hutang adalah solusi. Kondisi itulah yang memunculkan inisiatif para kartini dari balik punggung Gunung Wilis untuk mengubah desanya, memunculkan suatu paguyuban yang dapat mengayomi seluruh warganya.
Bermula dari inisiatif ibu-ibu dari kelompok yang sudah ada sebelum didirikannya paguyuban, muncullah suatu media yang diharapkan dapat menampung aspirasi serta menyatukan mereka, Paguyuban Perempuan Sido Rukun. Melalui pendekatan secara pribadi serta sistem getok tular, Nurpiah, salah satu anggota paguyuban ini menuturkan bagaimana usahanya untuk menyampaikan informasi kegiatan sekaligus mengajak para warga bergabung ke dalam paguyuban ini. Nurpiah juga memanfaatkan kesempatan ketika para warga mengambil sembako di rumahnya untuk berdiskusi serta menyampaikan informasi kegiatan yang mungkin dapat dilakukan untuk meningkatkan perekonomian mereka. Hal inilah yang membuat paguyuban yang semula hanya beranggotakan 25 orang itu semakin berkembang dan menambah anggotanya menjadi 40 orang.
Keberhasilan yang mereka capai saat ini pun harus disyukuri. Pengadaan Taman Pendidikan Alquran (TPA) di Dasun sangat perlu dikembangkan. Melalui pendidikan religi ini, diharapkan generasi muda Dusun Dasun dapat memperoleh pengetahuan umum maupun agama sebagai bekal untuk membangun dusun mereka untuk menjadi lebih baik di masa yang akan datang.
Selain di bidang religi, peningkatan ekonomi juga dilakukan dengan berdirinya Koperasi Simpan Pinjam Sido Makmur. Kehadiran koperasi ini sangat membantu para warga yang sedang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Tingkat bunga yang rendah membuat para warga tak lagi ambil pusing untuk mencari tempat pinjaman uang serta menghindarkan diri mereka dari ancaman para lintah darat. Hal tersebut benar-benar menguntungkan bagi para warga yang semula hanya mengandalkan panen ini.
Usaha keripik pisang merupakan salah satu penerapan program UKM di Dusun Dasun. Selain dapat menambah pendapatan, proses pembuatan keripik pisang yang dilakukan bersama-sama dapat meningkatkan rasa kebersamaan di antara para ibu dusun ini. Tak hanya beredar di sekitar desa, produk yang mereka hasilkan kini telah merambah ke kota. Tak kalah dengan usaha keripik pisang, program UKM yang sukses dilaksanakan yakni ternak kambing. Dikelola secara langsung oleh para masyarakat, ternak kambing ini juga merupakan hal yang sangat efektif membantu peningkatan ekonomi para warga Dusun Dasun.
Keyakinan serta keinginan yang kuat dari para anggota Paguyuban Perempuan Sido Rukun ini membuat hambatan-hambatan yang menghadang jalan mereka dapat ditembus secara perlahan tapi pasti. Kekhawatiran yang pernah dirasakan oleh para aparat desa terhadap kegiatan yang mereka lakukan pun juga dapat diatasi dengan kejujuran dan prinsip yang mereka pegang teguh, yakni mereka merasa hal tersebut tidak mengganggu orang lain dan kegiatan yang mereka lakukan memang benar.
Kegiatan yang mereka lakukan menimbulkan berbagai pandangan dan respon dari warga masyarakat. Beberapa warga yang tidak mau bergabung karena takut kegiatan yang dilakukan akan gagal memang membuat para anggota paguyuban tidak nyaman. Namun para kartini ini mengatasinya dengan menyampaikan tujuan awal dari paguyuban tersebut. Sebaliknya, semangat akan muncul bagi warga yang mau bergabung dan percaya bahwa paguyuban ini akan sukses dan membawa perubahan bagi mereka. Dengan semangat yang mereka miliki, mereka berusaha untuk meningkatkan paguyuban ini lebih baik dari berbagai bidang.
Nurpiah berharap dengan didirikannya Paguyuban Perempuan Sido Rukun ini para warga dapat menambah pengetahuan, pengalaman serta meningkatkan ekonomi mereka. Sedangkan Sulastri, ketua Paguyuban Perempuan Sido Rukun berharap paguyuban yang mereka dirikan tidak akan mengalami penurunan pada tahun-tahun berikutnya.
Para Kartini kini sudah kembali muncul, tak hanya berjuang meningkatkan pendidikan, tapi juga perekonomian dari seduah dusun kecil di balik punggung Gunung Wilis, Dasun. Mereka tak menyangka bahwa lulusan SD dapat melakukan hal sebesar ini. Diteguhkannya deklarasi oleh para pengurus paguyuban akan menguatkan semangat untuk membangun desa mereka menuju desa sejahtera, desa impian para warga.
April 29, 2012 No comments

Zendagi Migzara

Judul                 : The Kite Runner
Pengarang      : Khaled Hosseini
Penerjemah  : Berliani M. Nugrahani
Penerbit          : Qanita
Tahun terbit  : 2003

Zendagi Migzara. Kehidupan terus berjalan. Mengisahkan persahabatan antara Amir dan Hassan. Hassan adalah seorang anak pelayan keluarga Amir, namun mereka berdua saling menyayangi. Hassan memberikan segala kasih sayang serta kesetiaannya pada Amir, begitu juga dengan Amir. Mereka berdua bermain bersama, membaca kisah Shahnamah bersama di bawah pohon di puncak bukit –Amir yang membacakannya untuk Hassan, karena Hassan tak dapat membaca- dan mengejar layang-layang. Tak jarang, ketika Amir diganggu oleh sekelompok anak-anak nakal, Hassan lah yang mengusirnya. Ayah Amir –yang mereka sebut Baba- sangat menyayangi mereka berdua, namun Amir merasa sangat sulit untuk mendapatkan kebanggaan ayahnya sendiri untuk dirinya. Hingga pada suatu hari Amir mengikuti turnamen layang-layang, dan apabila ia menang ia bisa mendapatkan apa yang selama ini diinginkan dari ayahnya, suatu kebanggaan pada anaknya. Dan memang, ia berhasil memutuskan layang-layang yang berada di sampingnya. Hassan dan Amir sangat senang, Hassan  mengatakan pada Amir bahwa ia akan membawa layang-layang yang telah berhasil ditumpaskan Amir untuknya, “Untukmu, keseribu kalinya”. Namun saat Amir mencari Hassan yang tak kunjung kembali, semua keadaan mulai berubah. Amir melihat Hassan sedang dikerumuni oleh tiga anak lelaki nakal yang sangat disegani di wilayahnya. Hassan mendapat perlakuan yang tidak senonoh, Amir melihatnya, namun ia tak berani melakukan apa pun, ia melihat segalanya, namun ia tetap diam terpaku, dan ia pun pergi. Sejak itu, persahabatan mereka mulai merenggang. Amir yang tak tahan akhirnya memfitnah Hassan dan ayahnya agar mereka keluar dari rumahnya dan berharap kehidupannya akan kembali tenang setelah mereka pergi. Akhirnya Hassan dan ayahnya keluar dari rumah, meninggalkan Amir dalam duka, penyesalan, dan ketidaktenangan selama bertahun-tahun. Akankah Amir menemukan kebahagiaan yang kelak menyapu kesedihannya di tengah belantara puing di kota Kabul? Dapatkah Amir mendapat maaf dari sahabatnya, Hassan, setelah mengkhianatinya? 
The kite runner adalah sebuah kisah penuh kekuatan tentang persaudaraan, kasih sayang, pengkhianatan, dan penderitaan. Khaled Hosseini dengan brilian menghadirkan sisi-sisi lain Afghanistan, negeri indah yang hingga kini masih menyimpan duka. Buku ini bahkan telah menjadi best seller di New York, Amerika, dan telah difilmkan pada tahun 2007 lalu. Jadi, bagi kamu para penggila buku dan ingin menjadi salah satu pembaca buku best seller dunia ini, jangan kelewatan untuk membacanya.
April 21, 2012 2 comments
                   Judul                                 : Menjadi Manusia Sempurna
Judul Asli                         : Al-Mawani al-Kamal
Penulis                              : Tim Dar al-Islamiyah
                                           (Beirut, Libanon)
Penerjemah                       : Ahmad Fuad al-Hadi
Penerbit                            : Penerbit Cahaya, Bogor
Cetakan                            : 1, tahun 2004
Tebal Buku                       : 0,7 cm
Jumlah Halaman               : xi + 140

Sebenarnya, mengapa Allah menciptakan kita? Mengapa sebagian besar manusia tidak sampai kepada Allah? Apakah hijab itu? Dan bagaimana cara mengatasinya? Buku berjudul “Menjadi Manusia Sempurna” yang ditulis oleh seorang ulama bersahaja namun sangat mumpuni di bidangnya ini memang tidak dimaksudkan untuk mengajari Anda tentang bagaimana menjadi manusia sempurna itu. Beliau “hanya” mengetuk kesadaran kita untuk secara jujur mengenali kelemahan dan kekurangan diri kita, menuju Kesempurnaan tak bertepi.
Manakala manusia merenung, dia akan menyadari bahwa pada awal penciptaan dirinya telah dilengkapi Tuhan dengan berbagai kebutuhan. Dalam kehidupannya, manusia akan berusaha mencari kesempuraan mutlak, dan itu adalah Allah Swt. Jika kita mau berfikir dan merenungkan penciptaan-Nya, maka kita akan beroleh tujuan agung dan mulia, yaitu perjumpaan dengan Dia Sang Pencipta. Dia telah membekali hambaNya dengan berbagai keperluan agar dapat mencapai tujuan yang senantiasa diusahakan hambaNya. Juga memudahkan jalan tersebut bagi hamba-Nya. Karenanya, mengapakah seseorang tidak sampai kepada Allah Swt dan hanya segelintir manusia sajalah yang akhirnya mencapai Tuhannya?
Allah Swt telah menciptakan manusia dalam keadaan yang sama dan memungkinkan hambaNya itu untuk sampai kepadaNya. Akan tetapi sebagian besar diantara mereka tidak mampu menggapainya lantaran mereka berbeda dalam mengembangkan setiap potensi yang ada. Saat manusia mengikuti seruan setan, lenyaplah sedikit demi sedikit potensi yang diberikan Allah Swt kepadanya. Adapun orang-orang yang mengikuti seruan Allah Swt sesungguhnya mereka tergolong sebagai orang-orang yang berbahagia di akhirat nanti.
Sebuah cermin menyerupai jiwa seseorang. Agar memantulkan gambar dengan jelas, a harus dalam keadaan bersih dari kotoran yang menempel. Begitui pula hati, seseorang selayaknya menghilangkan tirai dan penghalang yang merintanginya, sehingga mampu menerima karunia Ilahi.
Selamanya, tidak akan ada yang mampu menggantikan fitrah, baik itu adat ataupun perkembangan zaman dan teknologi. Sebab, fitrah manusia hanya merindukan “kesempurnaan mutlak”. Apabila fitrah manusia senantiasa mengajak manusia mencapai kesempurnaan mutlak, maka akal menjelaskan kepada umat manusia jalannya serta menyingkapkan kepada mereka segala bentuk marabahaya dan menerangkan pula akan adanya dua jalan; jalan keburukan dan jalan ketakwaan. Berbagai penyakit batin atau hati yang menimpa umat manusia, adalah hal yang berbahaya karena hal itu sampai pada taraf mampu mematikan akal seseorang, seperti sifat sombong. Amal paling penting yang dapat membantu seseorang mendapatkan akal dan kembali kepada fitrahnya adalah senantiasa berpegang dan berhubungan dengan alam non-materi; alam spiritual.
Hijab (tirai) kelalaian termasuk hijab yang sangat personal sekali sifatnya dan sangat penting; hijab yang menyebabkan teralihkannya perhatian seseorang menuju Rabb al-‘Alamin. Seseorang yang lalai dapat mencapai fase dimana dia tidak dapat melihat dirinya sendiri dalam kesalahan. Sebab-sebab kelalaian itu adalah cinta dunia, hawa nafsu dan pergaulan dengan orang-orang fasik dan zalim. Cara mengobati kelalaian adalah dengan memahami tujuan hidup, mengingati kematian, sering membaca al-Qur’an dan berteman dengan orang-orang bijak.
Ketaatan merupakan gambaran kedekatan kepada Allah Swt dan tercapainya kebahagiaan hakiki, sedangkan maksiat merupakan gambaran keluarnya seseorang dari wilayah kedekatan dan rahmat ilahiah, serta perlawanan terhadap kemurkaan Tuhan. Tidak ada perbedaan antara dosa kecil dan dan dosa besar. Kedua-duanya sama-sama menghalangi seseorang untuk beralih faidh (anugrah) Ilahi, meskipun dosa besar lebih berbahaya ketimbang selainnya.
Allah Swt bergembira dengan taubat seorang hamba-Nya yang mukmin, lantaran telah kembalinya seseorang kepada-Nya. Sesungguhnya, taubat merupakan salah satu nikmat Ilahi terbesar yang telah diberikan Allah Swt kepada umat Muhammad Saw dan hal itu merupakan bukti dan argumentasi tak terbantahkan atas luasnya rahmat Tuhan dan kasih sayang-Nya yang tak bertepi serta kecintaan-Nya terhadap hamba-hambaNya. Taubat yang tulus dilakukan dengan segenap ketulusan dan keikhlasan kepada Tuhan semata.
Salah satu penghalang terbesar yang menyebabkan terhentinya manusia pada tabir perjalanan ruhani menuju Tuhannya adalah berbagai pemikiran salah yang menjadi keyakinan, kehidupan dan suluknya, yang dibangun diatas dasar keyakinan yang salah pula. Salah satu tanda kebodohan adalah menyangkali segala sesuatu yang belum diketahui hakikat dan pengetahuannya. Asal-muasal semua itu adalah kebodohan dan minimnya pengetahuan. Ini merupakan hal yang sangat menjauhkan orang-orang dari hakikat keberadaan dan untuk beroleh anugrah Ilahi yang sesungguhnya. 
Untuk mengobati hijab pemikiran sesat dan bathil adalah dengan mengakui kesalahan pemikiran dan keyakinan masa lalu yag sesat, menuntut ilmu dan mempelajari berbagai hukum Islam, bertukar pikiran untuk menjauhkan diri dari fanatisme, meninggalkan ketergesaan dan memohon pertolongan melalui jalur spiritual.
Dalam buku ini banyak terdapat hadits dan ayat-ayat al-Quran yang berkaitan dengan materi yang sedang dibahas. Sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan kita serta menjadikan pelengkap dalam materi.
Namun, ketika membaca buku ini, kita akan sering menjumpai kosakata asing yang mungkin belum kita ketahui. Dan kosakata ini sering diulang dalam setiap bab, sehingga kita harus mengerti arti kosakata tersebut agar dapat memahami materi yang sedang kita baca secara keseluruhan.
Kesimpulannya, buku ini dapat menambah wawasan serta pengetahuan kita agar dapat mencapai kesempurnaan mutlak dan kebahagiaan hakiki dengan meghilangkan tirai penghalang yang ada pada diri kita.

March 31, 2012 No comments
           Mery Riana, seorang miliarder muda dan motivator nomor satu di Indonesia dan Asia, ternyata juga mengalami masa-masa sulit sebelum dapat meraih kesuksesannya. Kondisi keluarganya yang sederhana, tidak pernah membuat Merry berharap untuk bisa berkuliah ke luar negeri. Kekuatan finansial orangtuanya hanya cukup untuk menguliahkan dia dalam negeri, dan ia sangat bersukacita untuk hal itu.
Namun, peristiwa keusuhan pada tanggal 14 Mei 1998 silam telah membuat impian Merry yang saat itu hendak melanjutkan penidikannya ke Universitas Trisakti runtuh. Kedua orangtuanya yang berdarah Tionghoa itu akhirnya memutuskan mengirim Merry untuk melanjutkan studi ke Singapura demi keselamatan putrinya itu. Di usianya yang masih belia, Mery harus dihadapkan dengan sebuah keputusan besar dan secara perlahan ia akhirnya dapat memunculkan keberaniannya. Dengan keberangkatan yang sangat terbatas karena kondisi finansial orangtuanya, Merry akhirnya mulai menguatkan hati dan berpikir positif bahwa kepergiannya ke negeri orang tanpa didampingi orangtua barangkali adalah cara Tuhan untuk mempersiapkan kemandiriannya di sana.
Di Singapura, ia melanjutkan kuliah di Nanyang Technology University (NTU) dan tinggal di asrama kampus. Dengan pinjaman uang sebesar 40 ribu dolar atau setara 300 juta rupiah dari DBS untuk biaya hidup dan kuliah selama 4 tahun, ia ternyata hanya dapat menyisihkan 10 dolar saja untuk biaya makan selama seminggu. Hal itu membuatnya benar-benar harus berhemat.
Kondisi selama satu tahun kuliahnya di NTU mendorong Merry untuk memutar otak. Namun, di tengah-tengah kesulitannya itu ia bertemu seseorang, Alva, yang ternyata juga mengalami kondisi hampir sama dengannya. Hal itu ternyata membuat mereka berdua semakin dekat dan secara sinkron mereka selalu memberi semangat atau sekedar nasihat satu sama lain.
Pada tahun keduanya kuliah, Merry akhirnya memutuskan untuk mulai bekerja di sela-sela masa liburan semester. Pada awalnya ia bekerja sebagai pembagi brosur, kemudian menjadi pegawai di sebuah toko bunga, hingga menjadi pelayan di banquet. Dari upah bekerja selama liburan, Merry sedikit demi sedikit dapat menabung. Ia kemudian mencoba berbisnis dengan uangnya itu, namun bisnis pertamanya ditipu.
Pada tahun 2001, Merry Riana memulai kerja magang. Ia bekerja cukup baik di perusahaan magangnya, namun tak ingin terus bekerja di perusahaan itu setelah lulus kuliah. Ia kemudian membuat sebuah resolusi baru, yakni ingin mapan dan meraih kebebasan finansial sebelum usianya 30 tahun.
Pertemuan dengan Anthony Robbins, motivator idolanya, membuat Merry Riana terus memburu peluang untuk melancarkan resolusinya. Meskipun harus terhambat berkali-kali dengan bisnis yang gagal, ia tetap semangat dan pertunangannya dengan Alva semakin mebuat Merry tak pantang menyerah.
Memutuskan diri untuk menjadi seorang sales asuransi bersama Alva ternyata merupakan awal jejak keberhasilannya. Seribu satu penolakan dan ujian mental yang harus dijalaninya di jalanan sempat membuat Merry terjatuh beberapa kali namun sikap disiplin dan dukungan dari Alva mampu membakar semangatnya lagi. Dengan bekerja selama 14 jam sehari, tujuh hari seminggu, dan dua puluh kali presentasi sehari, Merry Riana akhirnya mampu melunasi hutang pendidikannya dengan uangnya sendiri.
Setelah berhasil menjadi manajer dan berhak merekrut anak buah karena pencapaian investasinya telah mencapai 900 ribu dolar, Merry kemudian diangkat menjadi President Star Club dan memutuskan untuk mendirikan sebuah organisaasi dan menikah dengan Alva. Selama menjalankan organisasi tersebut, Merry dan Alva juga dihadapkan dengan berbagai masalah pelik, namun karena kerja keras, mereka dapat mengatasinya.
Kini, Merry Riana telah berhasil mewujudkan mimpi sejuta dolarnya. Tetapi, peraih berbagai penghargaan ini tak lupa akan negeri aslanya. Ia ingin membangkitkan semangat sukses bagi para generasi muda Indonesia, sehingga dapat memajukan bangsa.
March 31, 2012 1 comments

Hati Tidak Memilih, Hatilah yang Dipilih


Judul                     : Perahu Kertas
Pengarang          : Dewi Lestari
Editor                    : Hermawan Aksan
Penerbit               : Truedee Pustaka Sejati
Tahun terbit         : Agustus 2009


Kugy adalah seorang cewek yang cantik, supel dan cerdas tapi sangat cuek dalam berpenampilan.  Ia mempunyai cita-cita yang bagi banyak orang profesi tersebut tidak dapat menjaminnya untuk sukses : penulis dongeng. Namun ia tak pernah patah semangat, hingga akhirnya ia bertemu dengan seseorang yang membuatnya jatuh cinta, sakit hati serta membuatnya berpikir untuk lebih realistis dan membuang mimpi besarnya. Keenan adalah seorang cowok yang cerdas dan memiliki bakat yang sangat tinggi dalam melukis. Satu-satu impiannya hanyalah menjadi seorang pelukis, sayangnya sang ayah sama sekali tidak mendukungnya dan memaksanya berkuliah di bidang manajemen untuk meneruskan bisnis ayahnya. Pertemuan kedua insan muda yang saling berlawanan penampilan namun sangat kompak dan selaras dalam berbagai hal ini membuat mereka saling jatuh cinta. Namun kisah cinta mereka harus terputus meski mereka berdua belum sempat menyatakan cintanya. Kugy terlanjur menilai buruk Keenan atas keputusasaan dan keputusannya. Hal tersebut membuat hidup Kugy dan Keenan berantakan. Mereka berdua akhirnya terpisah selama bertahun-tahun sambil membawa rasa cinta yang terus membayangi mereka berdua dalam menjalani realitas kehidupan. Tetapi hati tak pernah salah, ketika mereka bertemu saat sudah mempunyai kekasih masing-masing, semuanya berubah.
Gaya penceritaan yang luwes serta mudah dipahami membuat novel ini sangat menarik. Alur yang ditata dengan baik sukses mendorong para pembacanya untuk terus membaca hingga akhir. Penggambaran suasana hati para karakter mudah untuk dipahami serta diikuti, bahkan membuat para pembaca serasa terlibat dalam cerita dan meluapkan emosinya masing-masing. Berbagai nasihat yang terdapat dalam novel ini juga memberikan semangat para pembaca untuk terus berusaha mencapai mimpi-mimpinya.
Namun dalam novel ini ada beberapa istilah asing yang tidak terdapat penjelasan secara detail sehingga membingungkan para pembaca yang masih belum mengetahui makna istilah-istilah tersebut.
Novel keenam karya seorang penulis ternama bernama pena “Dee” ini memang layak untuk dibaca. Alur yang menarik serta penggambaran karakter serta watak yang jelas semakin membuat pembaca untuk terus membaca hingga akhir. Pesan-pesan serta nasihat bijak yang terdapat pada dialog memberi kita berbagai motivasi dan semangat untuk tetap menjadi diri sendiri, tidak putus asa, serta terus berusaha untuk mencapai semua mimpi-mimpi kita.
“Saya belajar dari kisah hidup seseorang. Hati tidak pernah memilih. Hati dipilih. Jadi, kalau Keenan bilang, Keenan telah memilih saya, selamanya Keenan tidak akan pernah tulus mencintai saya. Karena hati tidak perlu memilih. Ia selalu tahu ke mana harus berlabuh,”.



February 17, 2012 No comments
Menyadari bahwa harta yang diberikan oleh Allah kepadanya begitu melimpah, maka pada suatu hari nabi Sulaiman memberanikan diri memohon izin kepada Allah, “Ya Allah. izinkanlah kiranya hambaMu ini memberi makan seluruh makhlukMu di bumi ini selama setahun,” begitu pinta nabi Sulaiman.
“Kau tidak akan mampu, Sulaiman,” jawab Allah.
“Kalau begitu, satu bulan saja, ya Allah,” desak nabi Sulaiman.
“Kau juga tidak akan mampu,” tegas Allah.
“Kalau begitu sehari saja, ya Allah,” desaknya lagi
“Kau tetap tidak akan mampu,” jawab Allah.
“Aku ingin mencobanya, aku memohon untuk dizinkan,” pinta nabi Sulaiman pula
“Silakan kalau ingin mencoba,” begitu jawab Allah.
Segera saja nabi Sulaiman mengumpulkan seluruh jin dan manusia untuk mendatangkan bahan-bahan makanan dari berbagai jenis dan lauk pauknya, baik berupa sapi atau kambing dan seluruh hewan yang halal. Maka periuk-periuk besar segera dipancangkan lengkap dengan anak tangga untuk menuangkan bahan makanan dan lauk pauk yang akan dimasak. Ketika itu seluruh jin dan manusia sibuk untuk mempersiapkan hidangan yang dihamparkan di atas padang pasir. Beliaupun menyuruh angin untuk bertiup seperlunya agar makanan tidak basi. Setelah keseluruhannya dirasakan siap, ketika itu Allah lalu bertanya, “Siapakah yang kau kehendaki untuk menyantap lebih dahulu, Sulaiman?”
“Kiranya akan lebih baik jika aku mulai dari seluruh hewan samudra ya Allah?” jawab nabi Sulaiman.
Ketika itulah, Allah menyuruh seekor hewan besar dari samudra untuk melahap hidangan yang telah dipersiapkan nabi Sulaiman. Hewan itu pun berangkat ke tempat hidangan tadi seraya bertanya pada nabi Sulaiman, “Aku dengar baginda yang akan menanggung rezeki saya hari ini, wahai Nabiyullah?”
“Benar, benar sekali, makanlah sekarang sepuasmu,” jawab Nabi Sulaiman.
Maka, segera saja hewan itu melahap makanan yang tersedia dan malah berteriak, “Wahai nabi Sulaiman, aku belum kenyang, baru sepertiga dari porsiku sehari-hari.”
Nabi Sulaiman pun marah, “Kau telah menghabiskan semuanya, betapa rakus sikapmu itu,” begitu gertak nabi Sulaiman.
“Inikah jawaban seorang penjamu terhadap tamunya, padahal engkaulah yang menyebabkan porsiku menurun drastis di hari ini, engkau telah ceroboh, wahai Nabiyullah Sulaiman,” begitu hewan itu balik menyalahkan.
Melihat dengan mata kepala sendiri mengenai kenyataan ini, nabi Sulaiman pun segera bertekuk lutut dan bersujud panjang memuji kebesaran Allah. Kemudian, tanggung jawab memberi makan itu langsung dikembalikan pada Allah sebelum makhluk yang lain mendemo besar-besaran mengadukan kelaparannya.
Burung Hud-hud melihat peristiwa itu, dia tersenyum simpul dan mencari akal untuk bercengkerama dengan nabi Sulaiman. Maka, pada suatu hari dia menghadap Sulaiman. “Sekarang aku ingin mempersiapkan hidangan daging untuk baginda,” begitu burung Hud-hud menawarkan jasanya.
“Maksudmu itu khusus bagi saya sendiri atau bagaimana?” Tanya Baginda memperjelas.
“Bukan untuk Baginda saja, bahkan seluruh prajurit baginda, aku siap memberi makan,” jawab Hud-hud berlagak tegas.
Setelah sampai hari yang dijanjikan, Nabi Sulaiman dan seluruh prajurit pun berangkat mendatangi jamuan Hud-hud pada suatu tempat yang telah ditentukan. Maka, ketika mereka sudah berdatangan, Hud-hud segera menyambar belalang, lalu mencekiknya sampai mati, kemudian dilemparkan di pinggir lautan seraya berkata, “Wahai Nabiyullah Sulaiman, segeralah Baginda maju menyantap daging itu bersama para prajurit Baginda, namun bagi siapa saja yang tidak mendapat bagian dagingnya, saya mohon dengan hormat agar mereka menikmati kuahnya,” begitu Hud-hud mengatakan sambil berlalu pergi.
Mengetahui akal-akalan Hud-hud ini, nabi Sulaiman tidak bisa menahan tawanya hingga beliau tertawa sendiri di saat teringat ulah Hud-hud ini.
(diambil dari : Kisah Kezuhudan Manusia Sepanjang Zaman)
Majalah MPA 284 / Mei 2010

February 04, 2012 No comments

Pendiri Filsafat Muslim

Nama lengkap beliau adalah Abu Yusuf Ya’kub bin Ishak al-Kindi. Namun masyarakat Barat sering menyebutnya “al-Kindus”. Beliau dilahirkan di tanah Arab Selatan pada tahun 809 M, dari kalangan keluarga kaya dan terhormat.

Setelah meyelesaikan pendidikan dasarnya, al-Kindi pindah ke Basrah (Irak) untuk menambah pengetahuannya di berbagai bidang Setelah itu, ia pindah ke Baghdad untuk melanjutkan kuliah. Beliau dikenal sebagai seorang filosof yang mahir kimia dan matematika. Dalam sejumlah karyanya, ia sering membahas masalah logika dan matematika, juga sering mengulas buku-buku yunani seperti karya Aristoteles.

Dalam catatan biografinya -al-Muntakhab- dijelaskan bahwa al-Kindi adalah muslim pertama yang terkenal dan intens menekuni filsafat. Sejumlah tulisan berupa terjemahan maupun koreksi terhadap hasil karyanya sendiri merupakan sumbangsihnya bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Beliau tokoh yang sangat produktif mengusung masalah metafisika, psikologi, etika, dan metode pendekatan secara logika dan ilmiah kepada masyarakat muslim Arab. Oleh karenanya, para ilomuwan Arab menganggapnya sebagai peletak dasar dan pendiri filsafat dalam dunia muslim Arab. Selain itu, beliau seorang pemikir yang cerdas dan bijak. Karya-karyanya yang luar biasa membuat namanya berada dalam posisi tertinggi di bidang ilmu pengetahuan.

Dengan kecerdasan dan keahlian yang dimilikinya, al-Kindi juga menulis buku tentang kriptologi atau seni memecahkan kode. Salah satu bukunya yang berjudul Risalah fi Istikhraj al-Mu;amma atau Manuscript for The Deciphering Cryptographic Messages itu berisi beberapa cara menguraikan kode. Dalam buku itu dijelaskan ilmu fonetik Arab dan sintaksisnya. Lewat buku tersebut beliau memperkenalkan penggunaan kode statistika untuk memecahkan kode rahasia. Pengalamannya bekerja sebagai penerjemah sandi rahasia dan pesan tersembunyi yang terdapat dalam naskah asli Yunani dan Romawi telah mempertajam nalurinya di bidang kriptoanalisa. Awalnya, buku tersebut merupakan sebuah makalah yang kemudian hari dibawa ke Eropa untuk diterjemahkan dan diterbitkan dalam bentuk buku. Tidak hanya menguasai ilmu kriptografi, al-Kindi juga pakar di bidang matematika dengan menghasilkan beberapa buku tentang sistem penomoran, yang akhirnya menjadi dasar matematika modern. Selain tiu, ia telah meberikan kontribusi besar di bidang geometri bola, suatu bidang yang sangat mendukung dalam bidang astronomi. Bersama al-Khawarizmi dan Banu Musa bersaudara, mereka diberi tugas mnerjemahkan karya-karya filosof Yunani dalam bahsa Arab oleh Khalifah al-Makmun.

Al-Kindi sangat mengagumi pemikiran para filosof Yunani-Romawi. Ia sangat terilhami oleh dua filosof  besar Yunani: Socrates dan Aristoteles. Kedua tokoh tersebut sangat berpengaruh dalam beberapa karyanya.

(Dikisahkan kembali oleh Joko Rabsodi, MPA Februari 2011)
January 25, 2012 No comments
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me


A student who loves collecting books, writing occasionally, and enjoy taking some photographs.

Follow Us

Labels

Cerita Teladan cerpen continual flashfiction coretan tanganku encyclopedia flashfiction Justifying the Feeling movie review my handwriting nice story Out of the Blue Resensi Buku resensi novel review film sinopsis buku

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2016 (1)
    • ▼  February (1)
      • Expressing Happiness: What to Do
  • ►  2014 (7)
    • ►  September (2)
    • ►  July (2)
    • ►  June (2)
    • ►  May (1)
  • ►  2013 (25)
    • ►  December (2)
    • ►  September (1)
    • ►  August (4)
    • ►  July (5)
    • ►  May (4)
    • ►  April (1)
    • ►  February (3)
    • ►  January (5)
  • ►  2012 (16)
    • ►  December (2)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  May (2)
    • ►  April (2)
    • ►  March (2)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2011 (3)
    • ►  June (1)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2010 (3)
    • ►  April (3)
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates