facebook google twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • Travel
  • Life Style
    • Category
    • Category
    • Category
  • About
  • Contact
  • Download

az-zuhruf

some stories and thoughts



Image source : http://myonepercentaday.files.wordpress.com/2011/01/compassion.jpg

It has become a common thing when most of teenagers have had boyfriend or girlfriend. However, there are still many teenagers that cons of having boyfriend or girlfriend considering the benefits of it.
Many people think that having a boyfriend or girlfriend can become a motivator for them. Not only in studying, a boyfriend or girlfriend can also motivate them in doing something or reaching our dreams. The presence of a special person will encourage us to do something.
Having a person that is very close to us make us freely  to share our peoblems. A good boyfriend or girlfriend will give us an advice or some solutions. By sharing our problem, we can decrease our burden too.
In addition, people who has boyfriend or girlfriend are considered that they have a good interaction. People who has a good interaction can attract many people and make other feel comfort when beside him or her.
On the other hand, many people also think that having a boyfriend or girlfriend just wasting the time. They should provide more time for their boyfriend or girlfriend beside of their study or other useful thing. It also disturb the concentration when they are studying.
Furthermore, if we can’t control or manage ourselves, our boyfriend or girlfriend can influence us to do bad things such as free sex or other criminal action. These effects can decrease the moral of teenagers nowadays.
Considering pros and cons above, our choice to have a boyfriend or girlfriend should be thought furthermore. Many people think that by having a boyfriend, we can be motivated. Nevertheless, there are still many people believed that it just waste the time. So, it just depends on our choice how to choose the best.
December 12, 2012 No comments

Smile, please...



A smile costs nothing, but gives much. Some people think that a smile has no meaning and sometimes they ignore it. But even a smile looks so simple, it is so powerful. It can change a lot of things. There are soe reasons why smile is important.

Firstly, smiling makes us attractive. Many people are attracted to people who smiles. Frowns, scowls and grimaces all push people away, but a smile draws them in. When somebodies are smiling, they lighten up the room, change the moods of others, and make the other happier. The smiling persons bring happiness with them, and the happiness attract other people. So, if we want to be surrounded by many people or have many friends, relatives and colleagues, just put a smile on our face and we will feel the effect of this simple action.

Smiling is a natural drug. Studies have shown that smiling releases endorphins, natural pain killers and serotonin. Together these three make us feel good. Smiling also relieves stress, lowers our blood pressure and boosts our immune system. When we smile, immune function improves possibly because we are more relaxed, prevent the flu and colds by smiling. There is also a measurable reduction in our blood pressure. Moreover, smiling also makes us look younger. The muscles we use to smile lift the face, making a person appears younger.

Smile can be a compliment or a gratitude expression. Not only “thanks” or retainer, but a genuine smile also expresses our deepest gratitude too. This genuine smile is really valuable for those people who receive it.  They will feel happier because their work are appreciated well.

Base on those reasons, we can conclude that smile is important. So, just smile and we will feel its benefits.
August 16, 2012 No comments
Ayo ke Paris!

13 Sya’ban 1433 H, 7.30 pm





Sebelumnya saya ingin mengucapkan merci beaucoup pada mbak Hanum Salsabiela Rais dan mas Rangga Almahendra yang telah ikhlas meluangkan waktunya untuk menulis novel yang keren ini dan membagikan pengetahuannya tentang Islam di langit Eropa. Terimakasih juga saya sampaikan pada Iva Firdayanti yang telah ikhlas meminjamkan novelnya pada saya (kunjungi
http://ivafirdayanti.blogspot.com/). Dan yang terpenting, Allah Swt. yang telah memberi saya kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan saya di hari libur ini dengan berbagai cara, salah satunya dengan membaca “99 Cahaya di Langit Eropa” ini.

Saya tersadar, bulan yang bersinar malam ini, adalah bulan yang sama yang menyinari daratan Eropa beratus-ratus tahun yang lalu. Bulan ini juga yang menjadi saksi bahawa Islam pernah berjaya di Eropa (maaf nyontek, mbak Hanum!). Betapa saya takjub membaca kisah-kisah mbak Hanum. Kisah-kisah yang telah membuat saya tercengang, menyadari betapa ilmu pengetahuan saya masih perlu ditambah lagi. Perlu sekali.


Musse de Lovre



Galeri di Museum Louvre
Kisah-kisah perjalanan spiritual ini juga yang telah menginspirasi saya untuk pergi ke Paris, Cordoba, Granada, Istanbul dan berbagai wilayah lain di Eropa. Saya ingin mengunjungi Museum Louvre, museum dengan koleksi terlengkap di dunia. Di sanalah Lukisan Mona Lisa karya Leonardo Da Vinci disimpan. Saya ingin menaiki anak-anak tangga di sana, menelusuri lorong-lorong dan memasuki setiap gallery di sana. Saya ingin membaca huruf Kufic yang tertera di piring-piring kuno, memandangi Celestial Sphere-nya Yunus Ibn al Husayn al Asturlabi, dan membaca huruf Kufic lagi di lukisan Vierge a l’Enfant – The Virgin and the Child : Ugolino di Nerio 1315-1320 yang pada pinggiran hijab Bunda Maria itu bertahtakan kalimat tauhid Laa Ilaaha Illallah (pede, emang bisa baca??).


Vierge a l’Enfant


Arc de Triomphe du I’Etoile
Seine River
Saya juga ingin berdiri di bawah menara Eiffel, Arc de Triomphe du Carrousel, Arc de Triomphe du I’Etoile (yang mirip Simpang Lima Gumul itu, lhooo..), dan monumen Obelisk Mesir. Saya juga ingin berada di jalur lurus Air Mancur Besar, monumen Obelisk Mesir, jalan Champs-Elysees, dan monumen Arch de Triomphe yang searah Mekkah. Berada di Jalur Kemenangan-nya Napoleon Bonaparte. Voie Triomphale. This is it Axe Historique. Tak lupa, saya juga ingin berjalan di sepanjang sunga Seine dan mengabadikan berbagai tempat-tempat wisata tadi serta Gereja Notre Dame yang gerbangnya berbentuk kubah lengkung : seperti masjid.


Axe Historique

Champs Elysees

Arc de Triomphe du Carrousel
Notre Dame

Roti Croissant
Kalo lagi di Austria, saya pengen makan roti Croissant yang terkenal itu. Roti yang berbentuk bulan sabit namun menyimpan cerita memilukan. Lalu pada senja hari, saya akan menaiki bus menuju Kahlenberg dan mengagumi keindahannya. Tak bisa dibayangkan.

Kahlenberg




Al-Hambra
Selain ke tempat-tempat wisata di Paris dan Austria, saya juga akan pergi ke the True City of Lights, Cordoba. Berkunjung ke Mezquita, Masjid Katedral. Dahulunya masjid, namun sekarang berubah menjadi katedral. Dan di sana saya mungkin juga akan merasakan hal yang sama dengan mbak Hanum. Seharusnya Mezquita dijadikan museum saja. Sedangkan di Granada, saya akan mengunjungi Al-Hambra. Di Granada lah dinasti Islam terakhir mencoba bertahan di Spanyol.

Mezquita

Ornamen dalam Mezquita

Blue Mosque dan Hagia Sophia
Semoga saja bukan yang terakhir, ke Istanbul, Turki. Berziarah ke masjid indah yang pernah saya lihat di televisi dan saya langsung jatuh cinta padanya, Blue Mosque. Di sana juga saya ingin menunaikan sholat. Dan di depan Blue Mosque, saya akan mampir ke Hagia Sophia.


Blue Mosque

Hagia Sophia


Hagia Sophia

Namun, “Danke” lah yang telah membuat saya menyadari juga dimana letak titik nol perjalanan-perjalanan ini. Membaca pengalaman mbak Hanum menunaikan ibadah rukun islam terakhir : Haji. Saya ingin, benar-benar ingin.... suatu hari... saya bisa ke sana, pergi bersama orang-orang yang saya cintai, bersujud bersama jutaan muslim lain, di sebuah tempat yang menjadi kiblat sholat seluruh umat muslim di dunia. Semoga saja.... Amiiinn....

Ka'bah, Mekkah
The last but not the least, novel ini juga telah meningkatkan rasa syukur saya kepada Allah. Betapa kita, para muslim telah dilahirkan dalam keadaan bebas, bebas dalam menjalankan ibadah kita. Jika kita ingat, bahwa dahulu dalam kurun 10 tahun setelah Granada takluk, Isabella dan Ferdinand memerintahkan pembaptisan massal kepada seluruh penduduk –warga Spanyol, baik Islam maupun Yahudi. Mereka juga memaksa setiap warga untuk berjualan babi dan mendemonstrasikan makan babi di depan mereka. Astaghfirullahal’adzim... Wahai kaum muslimin, tunjukkanlah rasa syukur kita terhadap nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepada kita selama ini....

So, itulah mimpi-mimpi, cita-cita, dan catatan saya setelah membaca “99 Cahaya di Langit Eropa”. Novel yang fantastis!

Danke

aHaba
July 08, 2012 3 comments

IBNU MAJID, SI SINGA LAUT
THE NAVIGATOR OF ISLAM



Nama lengkap beliau adalah Shihab ad-Din Ahmad bin Majid bin Muhammad bin Amir bin Duwayk bin Yusuf bin Husayn bin Abi Ma’lak as Sa’idi bin Abi ar-Raka’ib an-Najdi. Ia adalah seorang navigator ulung dan handal di abad 15 M. Kemampuan beliau diwarisi dari ayah dan kakeknya yang juga dikenal sebagai muallim dan ahli navigator yang sangat menguasai seluk-beluk Laut Merah.

Di jazirah Arab beliau dikenal dengan sebutan Ibnu Majid. Berkat kemampuannya, nama Ibnu Majid menjadi sangat tersohor hingga ke Eropa. Ia bahkan dijuluki Singa Laut, karena kemampuannya sebagai pelaut yang sangat tangguh dan paham terhadap seluk-beluk laut. Di pihak lain, orang Portugis menjulukinya dengan al-Malande atau al-Marante yang berarti “Raja Laut”. Menurut catatan Vasco da Gama, pelaut Arab ini memiliki kemampuan yang luar biasa. Menurutnya, Ibnu Majid pernah menolong dirinya menyelesaikan pelayarannya dari Tanjung Harapan di Afrika menuju India.
                   
Institut Studi Ketimuran Leningrad, menyimpan sebuah manuskrip kuno berbahasa Arab yang berisi tiga bait puisi karya Ibnu Majid. Diperkirakan puisi itu dibuat pada akhir abad 15 M dan permulaan abad 16 M. Tiga bait puisi tersebut berisi sejumlah petunjuk pelayaran, seperti pengetahuan tentang jarak tempuh dari satu tempat ke tempat lain, perkiraan kecepatan dan arah angin, kondisi medan, serta berbagi kiat yang memudahkan pelayaran. Disamping itu, Ibnu Majid juga menyisipkan rute pelayaran yang melintasi Laut Merah, Samudera Hindia, dari berbagai kawasan yang berbeda. Dalam hal ini beliau telah menunjukkan kepiawaiannya sebagai ahli navigator (pelaut) handal. Tentunya manuskrip yang ditulisnya merupakan warisan penting bagi dunia pelayaran selanjutnya.

Konon, wilayah pesisir Afrika Barat sangat tertutup dan ditakuti oleh orang-orang Eropa. Sebab, pantai tersebut sangat menyeramkan dan penuh misteri, khususnya di seputar kawasan yang dilalui garis katulistiwa. Setiap kapal yang melewatinya pasti akan mengalami kesulitan, kecuali kapal tersebut dilengkapi layar besar yang berfungsi sebagai alat bantu pendorong. Bila ada kapal yang tidak dilengkapi dengan layar besar, para awaknya harus bekerja sama mendayung kuat-kuat agar kapal bisa berjalan kembali.

Bagi pelaut-pelaut Eropa khususnya, percaya pada mitos bahwa setiap kapal yang melintasi kawasan itu tidak akan pernah bisa kembali. Namun mitos itu akhirnya memudar pada tahun 1461 setelah pelaut Portugis melakukan perjalanan mengarungi laut dan samudera. Meskipun begitu, untuk membuktikan kalau mitos itu tidak benar, orang Portugis mengirim delegasi yang bernama Kopelhaem, memutuskan singgah untuk sementara waktu di kawasan Sokoth Selatan, semenanjung Arab. Selama berada disana, tanpa disengaja ia bertemu dengan Ibnu Majid. Di tempat inilah para petualang Portugis mendengar cerita kepulauan Madagaskar untuk pertama kalinya.

Sebagaimana disebutkan di atas bahwa Ibnu Majid adalah seorang navigator Arab terbesar abad pertengahan. Selain itu, beliau juga ahli di bidang pemetaan, astronomi, dan geografi. Di sepanjang hidupnya, beliau telah menghasilkan sejumlah karya yang memiliki peranan yang cukup penting. Karya-karyanya antara lain seperti : Qiladah Risalatisy wa Istikhraj Qawa’idil Usus lil Mu’allim Sulaiman al-Mahri (Untaian Surat-surat dan Kaidah-kaidah Dasar Sulaiman Mahri), Tahfatul Fuhul fi Tamhidil Ushul (Pengantar Dasar-dasar Ilmu Pelayaran), al-Umdatul Mahriyyah fi Dhabthil ‘Ulumil Bahriyyah (Pijakan al-Mahri dalam Meletakkan Ilmu Kelautan), al-Qashidah li Ibni Majid (Senandung Ibnu Majid), al-Qashidatul Musammah bil Mahriyyah, dan lain sebagainya. Belaiu juga merevisi karya sang ayah yang berjudul Al-Hijaziyyah. Setelah beliau meninggal, karyanya banyak diterbitkan ke dalam beragam bahasa termasuk bahasa Portugis. Sementara kini, karya-karya Ibnu Majid yang membahas dunia navigasi banyak tersimpan di museum di Paris.

Salah satu pembaca karya beliau adalah Ali Re’is, seorang navigator asal Turki. Di halaman pembuka karyanya, yang berjudul The Ocean, ia berkata bahwa karya-karya Ibnu Majid telah memberinya banyak tambahan ilmu pengetahuan terutama terkait dengan ilmu navigasi. Ia juga telah menemukan karya Ibnu Majid lainnya seperti Kitab al-Fawa’id dan Hawiyat al-Ikhtisar, ketika singgah di Basrah. Menurutnya, karya Ibnu Majid adalah panduan yang sangat berguna bagi pelaut yang ingin melayari Laut India dengan mudah. (Diceritakan oleh : Djoko Rabsodi)

(From MPA, October 2010)
May 26, 2012 No comments



Aurora is a phenomenon of light emmision flamming on the ionosfer. This phenomenon is formed because of heat from chunk of calestial body from the sun ejected by side of the earth pole. This aurora sprout making a beautiful and colorful three dimensional image in the sky and it can be seen just in the high latitude, Arctic and Antartic regions.
In northern latitudes, the effect is known as the Aurora Borealis or the northern lights, named after the roman goddes of dawn, Aurora, and the greek name for the north wind, Boreas. The array of colors in the Aurora Borealis consist of red, blue, violet and green. But red is the dominant color. Aurora Borealis happens between March-April and August-September-October. The northern light can be seen at around midnight. Aurora occur very high up in the atmosphere, but if there are clouds in the way we will not see anything.
While in the southern latitudes, the beautiful phenomenon is called Aurora Australis or the southern lights. This aurora occure in the Antartic skies in the winter and it can be seen in clear cold nights. The common colors of Aurora Australis are pale green and pink. The most comon shapes are spiral curtains, arcs or streamer. Actually, it has almost identical features to the Aurora Borealis but sometimes the Aurora Australis appears in the top mountain in tropical climate and is visible from high southern latitudes in Antartic, South America and Australia.
Instead all of this, there are also some mythologies about aurora. There are people call the northern ligths the “Dance of the Spirits”, it means, the lights were spirits or souls dancing in the sky. In Europe, in the middle ages, the auroras were commonly believed as a sign from God. And in ancient Roman mythology, aurora is the goddess of the dawn, renewing herself every morning to fly accross the sky, announcing the arrival of the Sun.


Although Aurora looks very elegant but during periods of high activity a single auroral storm can produce one trillion watts of electricity with a current of one million amps. It can also affects Earth’s communication. The activity phase of an auroral display will last on the order of 15-40 minutes and may recur in 2 to 3 hours.

May 15, 2012 No comments
Menyadari bahwa harta yang diberikan oleh Allah kepadanya begitu melimpah, maka pada suatu hari nabi Sulaiman memberanikan diri memohon izin kepada Allah, “Ya Allah. izinkanlah kiranya hambaMu ini memberi makan seluruh makhlukMu di bumi ini selama setahun,” begitu pinta nabi Sulaiman.
“Kau tidak akan mampu, Sulaiman,” jawab Allah.
“Kalau begitu, satu bulan saja, ya Allah,” desak nabi Sulaiman.
“Kau juga tidak akan mampu,” tegas Allah.
“Kalau begitu sehari saja, ya Allah,” desaknya lagi
“Kau tetap tidak akan mampu,” jawab Allah.
“Aku ingin mencobanya, aku memohon untuk dizinkan,” pinta nabi Sulaiman pula
“Silakan kalau ingin mencoba,” begitu jawab Allah.
Segera saja nabi Sulaiman mengumpulkan seluruh jin dan manusia untuk mendatangkan bahan-bahan makanan dari berbagai jenis dan lauk pauknya, baik berupa sapi atau kambing dan seluruh hewan yang halal. Maka periuk-periuk besar segera dipancangkan lengkap dengan anak tangga untuk menuangkan bahan makanan dan lauk pauk yang akan dimasak. Ketika itu seluruh jin dan manusia sibuk untuk mempersiapkan hidangan yang dihamparkan di atas padang pasir. Beliaupun menyuruh angin untuk bertiup seperlunya agar makanan tidak basi. Setelah keseluruhannya dirasakan siap, ketika itu Allah lalu bertanya, “Siapakah yang kau kehendaki untuk menyantap lebih dahulu, Sulaiman?”
“Kiranya akan lebih baik jika aku mulai dari seluruh hewan samudra ya Allah?” jawab nabi Sulaiman.
Ketika itulah, Allah menyuruh seekor hewan besar dari samudra untuk melahap hidangan yang telah dipersiapkan nabi Sulaiman. Hewan itu pun berangkat ke tempat hidangan tadi seraya bertanya pada nabi Sulaiman, “Aku dengar baginda yang akan menanggung rezeki saya hari ini, wahai Nabiyullah?”
“Benar, benar sekali, makanlah sekarang sepuasmu,” jawab Nabi Sulaiman.
Maka, segera saja hewan itu melahap makanan yang tersedia dan malah berteriak, “Wahai nabi Sulaiman, aku belum kenyang, baru sepertiga dari porsiku sehari-hari.”
Nabi Sulaiman pun marah, “Kau telah menghabiskan semuanya, betapa rakus sikapmu itu,” begitu gertak nabi Sulaiman.
“Inikah jawaban seorang penjamu terhadap tamunya, padahal engkaulah yang menyebabkan porsiku menurun drastis di hari ini, engkau telah ceroboh, wahai Nabiyullah Sulaiman,” begitu hewan itu balik menyalahkan.
Melihat dengan mata kepala sendiri mengenai kenyataan ini, nabi Sulaiman pun segera bertekuk lutut dan bersujud panjang memuji kebesaran Allah. Kemudian, tanggung jawab memberi makan itu langsung dikembalikan pada Allah sebelum makhluk yang lain mendemo besar-besaran mengadukan kelaparannya.
Burung Hud-hud melihat peristiwa itu, dia tersenyum simpul dan mencari akal untuk bercengkerama dengan nabi Sulaiman. Maka, pada suatu hari dia menghadap Sulaiman. “Sekarang aku ingin mempersiapkan hidangan daging untuk baginda,” begitu burung Hud-hud menawarkan jasanya.
“Maksudmu itu khusus bagi saya sendiri atau bagaimana?” Tanya Baginda memperjelas.
“Bukan untuk Baginda saja, bahkan seluruh prajurit baginda, aku siap memberi makan,” jawab Hud-hud berlagak tegas.
Setelah sampai hari yang dijanjikan, Nabi Sulaiman dan seluruh prajurit pun berangkat mendatangi jamuan Hud-hud pada suatu tempat yang telah ditentukan. Maka, ketika mereka sudah berdatangan, Hud-hud segera menyambar belalang, lalu mencekiknya sampai mati, kemudian dilemparkan di pinggir lautan seraya berkata, “Wahai Nabiyullah Sulaiman, segeralah Baginda maju menyantap daging itu bersama para prajurit Baginda, namun bagi siapa saja yang tidak mendapat bagian dagingnya, saya mohon dengan hormat agar mereka menikmati kuahnya,” begitu Hud-hud mengatakan sambil berlalu pergi.
Mengetahui akal-akalan Hud-hud ini, nabi Sulaiman tidak bisa menahan tawanya hingga beliau tertawa sendiri di saat teringat ulah Hud-hud ini.
(diambil dari : Kisah Kezuhudan Manusia Sepanjang Zaman)
Majalah MPA 284 / Mei 2010

February 04, 2012 No comments

Pendiri Filsafat Muslim

Nama lengkap beliau adalah Abu Yusuf Ya’kub bin Ishak al-Kindi. Namun masyarakat Barat sering menyebutnya “al-Kindus”. Beliau dilahirkan di tanah Arab Selatan pada tahun 809 M, dari kalangan keluarga kaya dan terhormat.

Setelah meyelesaikan pendidikan dasarnya, al-Kindi pindah ke Basrah (Irak) untuk menambah pengetahuannya di berbagai bidang Setelah itu, ia pindah ke Baghdad untuk melanjutkan kuliah. Beliau dikenal sebagai seorang filosof yang mahir kimia dan matematika. Dalam sejumlah karyanya, ia sering membahas masalah logika dan matematika, juga sering mengulas buku-buku yunani seperti karya Aristoteles.

Dalam catatan biografinya -al-Muntakhab- dijelaskan bahwa al-Kindi adalah muslim pertama yang terkenal dan intens menekuni filsafat. Sejumlah tulisan berupa terjemahan maupun koreksi terhadap hasil karyanya sendiri merupakan sumbangsihnya bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Beliau tokoh yang sangat produktif mengusung masalah metafisika, psikologi, etika, dan metode pendekatan secara logika dan ilmiah kepada masyarakat muslim Arab. Oleh karenanya, para ilomuwan Arab menganggapnya sebagai peletak dasar dan pendiri filsafat dalam dunia muslim Arab. Selain itu, beliau seorang pemikir yang cerdas dan bijak. Karya-karyanya yang luar biasa membuat namanya berada dalam posisi tertinggi di bidang ilmu pengetahuan.

Dengan kecerdasan dan keahlian yang dimilikinya, al-Kindi juga menulis buku tentang kriptologi atau seni memecahkan kode. Salah satu bukunya yang berjudul Risalah fi Istikhraj al-Mu;amma atau Manuscript for The Deciphering Cryptographic Messages itu berisi beberapa cara menguraikan kode. Dalam buku itu dijelaskan ilmu fonetik Arab dan sintaksisnya. Lewat buku tersebut beliau memperkenalkan penggunaan kode statistika untuk memecahkan kode rahasia. Pengalamannya bekerja sebagai penerjemah sandi rahasia dan pesan tersembunyi yang terdapat dalam naskah asli Yunani dan Romawi telah mempertajam nalurinya di bidang kriptoanalisa. Awalnya, buku tersebut merupakan sebuah makalah yang kemudian hari dibawa ke Eropa untuk diterjemahkan dan diterbitkan dalam bentuk buku. Tidak hanya menguasai ilmu kriptografi, al-Kindi juga pakar di bidang matematika dengan menghasilkan beberapa buku tentang sistem penomoran, yang akhirnya menjadi dasar matematika modern. Selain tiu, ia telah meberikan kontribusi besar di bidang geometri bola, suatu bidang yang sangat mendukung dalam bidang astronomi. Bersama al-Khawarizmi dan Banu Musa bersaudara, mereka diberi tugas mnerjemahkan karya-karya filosof Yunani dalam bahsa Arab oleh Khalifah al-Makmun.

Al-Kindi sangat mengagumi pemikiran para filosof Yunani-Romawi. Ia sangat terilhami oleh dua filosof  besar Yunani: Socrates dan Aristoteles. Kedua tokoh tersebut sangat berpengaruh dalam beberapa karyanya.

(Dikisahkan kembali oleh Joko Rabsodi, MPA Februari 2011)
January 25, 2012 No comments

AL-IDRISI
Pencipta Bola Dunia

Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad Ibn Muhammad Ibn Abdullah bin idris asy-Syarif, namun lebih akrab dipanggil Al-Idrisi. Beliau lahir di kota Ceuta, Spanyol pada tahun 1100 M (493 H). Beliau meninggal dunia dalam usia ± 65 tahun, yakni pada tahun 1165 di Spanyol. Al-Idrisi memang dikenal masyarakat barat sebagai seorang ahli geografi yang menciptakan peta dalam versi baru. Selain daripada itu, ia dikenal mahir mengukur garis bujur dan garis lintang dengan hanya menggunakan papan gambar semacam peta dunia yang disebut Lauhul tarsim. Selanjutnya, dia dianggap ahli geografi paling popular abad pertengahan. Selama tiga abad, nama beliau sangat dikenal hingga ke Eropa.

Al-Idrisi menempuh pendidikannya di kota Kordoba. Seperti ahli geografi lainnya, beliau sering bepergian ke sejumlah tempat seperti ke Asia dan Afrika untuk mengumpulkan data-data geografis. Sebenarnya pada saat itu sudah ada para ahli geografi muslim yang telah mampu menentukan ukuran permukaan bumi secara akurat. Tetapi ketika mereka membuat peta dunia tidak ada yang seperfect karya Al-Idrisi. Beliau mengkombinasikan semua data dan hasil penelitiannya selama bertahun-tahun itu untuk membuat sebuah karya yang menyajikan data paling lengkap dari setiap wilayah di dunia. Tidak heran, pada masa itu beberapa ahli navigasi dan pihak militer mengajaknya guna bekerja sama dengan mereka.

Tidak berhenti di sana saja, kemasyhuran dan keahlian beliau di bidang geografi akhirnya diketahui Raja Roger II dari Sicilia (1129-1140). Raja itu mengajukan sebuah penawaran berharga pada beliau untuk membuat sebuah peta dunia yang baru dan unik. Raja Roger II bersedia memberikan dana dan memfasilitasinya sesuai kebutuhan. Setelah dipikirkan cukup lam, akhirnya beliau menyanggupi penawaran itu dengan satu syarat. Ia ingin memasukkan data wilayah Sicilia, yang sebelum dikuasai Raja Roger adalah kekuasaan kaum muslim.

Beliau berhasil membuat peta pesanan Raja Sicilia itu dalam bentuk Bola Dunia (globe). Globe ini terbuat dari perak seberat 400 ons dan dilengkapi detail geografis yang sangat cermat, seperti danau, sungai, kota besar, daratan, dan pengunungan. Pada petanya, ia memberikan data tertentu untuk membedakan struktur tanah. Selain itu, untuk memudahkan siapapun memahami petanya, dimasukkan informasi tentang jarak, panjang, dan ketinggian secara tepat.

Sebagai bentuk penghormatannya pada Raja Roger II, beliau melengkapi globenya dengan sebuah buku berjudul “Kitab al-Rujari” (Roger’s Book). Buku tersebut berisi panduan membaca globe yang paling teliti dan cermat sepanjang abad pertengahan. Sebagai tambahan, beliau menyisipkan sejumlah informasi tentang pulau-pulau yang letaknya sangat jauh dan terpencil, seperti Ice Land, pada buku penelitiannya. Selain tentang pulau, ada juga informasi tentang samudra Atlantik yang disebutnya sebagai laut paling gelap. Ia berpendapat bahwa penduduk asli yang tinggal di pulau besar dekat samudra tersebut adalah penduduk Inggris.

Dengan menggunakan globe atau peta buatan Al-Idrisi tersebut, bangsa-bangsa dari Eropa mulai melakukan penjelajahan ke berbagai wilayah di seluruh dunia. Dengan karyanya itu, beliau telah berhasil mengukir prestasi excellence dan menjadi pedoman utama dalam pembuatan peta selanjutnya.

Selain menciptakan globe, beliau juga menulis buku yang masih memiliki keterkaitan dengan bidang geografi. Nuzhat al-Mushtaq fi Ikhtiraq al-Afat (kesenangan untuk orang-orang yang ingin mengadakan perjalanan menembus berbagai iklim) adalah sebuah buku ensiklopedi karya al-Idrisi yang berisi gambaran peta dunia secara detail, dilengkapi informasi tentang beberapa negara yang ada di Eropa. Ringkasan buku tersebut yang sebelumnya mengggunakan bahasa Arab telah diterjemahkan kedalam bahasa Latin dan diterbitkan di Roma, Italia dengan judul “Geographia Nubiensis”.
Setelah menyelesaikan buku tersebut, al-Idrisi kembali menyusun sebuah komplikasi ensiklopdi yang lebih lengkap bertitle Rawd Unnas wa-Nuzhat al-Nafs (Kenikmatan Lelaki dan Kesenangan Jiwa). Ada puluhan buku yang telah dihasilkan beliau selama hidupnya. Antara lain: Shifatul Arab (Karakter Bangsa Arab), Kharitanul ‘Alamil Ma’mur Minal Ard (Peta Dunia). Dalam buku ini beliau membahas tujuh benua yang ada di dunia. Buku-buku tersebut telah diterjemahkan kedalam berbagai versi bahasa antara lain bahasa Spanyol, Jerman, Perancis dan Italia.
Wallahu ‘alam.

(Joko Rabsodi, MPA Desember 2009)
March 11, 2011 No comments
IBNU MAJID, SINGA LAUT

Nama lengkap beliau adalah Shihab ad-Din Ahmad bin Majid bin Muhammad bin Amir bin Duwayk bin Yusuf bin Husayn bin Abi Ma’lak as Sa’idi bin Abi ar-Raka’ib an-Najdi. Ia adalah seorang navigator ulung dan handal di abad 15 M. Kemampuan beliau diwarisi dari ayah dan kakeknya yang juga dikenal sebagai muallim dan ahli navigator yang sangat menguasai seluk-beluk Laut Merah.

Di jazirah Arab beliau dikenal dengan sebutan Ibnu Majid. Berkat kemampuannya, nama Ibnu Majid menjadi sangat tersohor hingga ke Eropa. Ia bahkan dijuluki Singa Laut, karena kemampuannya sebagai pelaut yang sangat tangguh dan paham terhadap seluk-beluk laut. Di pihak lain, orang Portugis menjulukinya dengan al-Malande atau al-Marante yang berarti “Raja Laut”. Menurut catatan Vasco da Gama, pelaut Arab ini memiliki kemampuan yang luar biasa. Menurutnya, Ibnu Majid pernah menolong dirinya menyelesaikan pelayarannya dari tanjung Harapan di Afrika menuju India.

Institut Studi Ketimuran Leningrad, menyimpan sebuah manuskrip kuno berbahasa Arab yang berisi tiga bait puisi karya Ibnu Majid. Diperkirakan puisi itu dibuat pada akhir abad 15 M dan permulaan abad 16 M. Tiga bait puisi tersebut berisi sejumlah petunjuk pelayaran, seperti pengetahuan tentang jarak tempuh dari satu tempat ke tempat lain, prekiraan kecepatan dan arah angin, kondisi medan, serta berbagi kiat yang memudahkan pelayaran. Disamping itu, Ibnu Majid juga menyisipkan rute pelayaran yang melintasi Laut Merah, Samudera Hindia, dari berbagai kawasan yang berbeda. Dalam hal ini beliau telah menunjukkan kepiawaiannya sebagai ahli navigator (pelaut) handal. Tentunya manuskrip yang ditulisnya merupakan warisan penting bagi dunia pelayaran selanjutnya.

Konon, wilayah pesisir Afrika Barat sangat tertutup dan ditakuti oleh orang-orang Eropa. Sebab, pantai tersebut sangat menyeramkan dan penuh misteri, khususnya di seputar kawasan yang dilalui garis katulistiwa. Setiap kapal yang melewatinya pasti akan mengalami kesulitan, kecuali kapal tersebut dilengkapi layar besar yang berfungsi sebagai alat bantu pendorong. Bila ada kapal yang tidak dilengkapi dengan layar besar, para awaknya harus bekerja sama mendayung kuat-kuat agar kapal bisa berjalan kembali.

Bgi pelaut-pelaut Eropa khususnya, percaya pada mitos bahwa setiap kapal yang melintasi kawasan itu tidak akan pernah bisa kembai.. Namun mitos itu akhirnya memudar pada tahun 1461 setelah pelaut Portugis melakukan perjalanan mengarungi laut dan samudera. Meskipun begitu, untuk menmbuktikan kalau mitos itu tidak bernar, orang Portugis mengirim delegasi yang bernama Kopelhaem, memutuskan singgah untuk sementara waktu di kawasan Sokoth Selatan, semenanjung Arab. Selama berada disana, tanpa disengaja ia bertemu dengan Ibnu Majid. Di tempat inilah para petualang Portugis mendengar cerita kepulauan Madagaskar untuk pertama kalinya.

Sebagaimana disebutkan di atas bahwa Ibnu Majid adalah seorang navigator Arab terbesar abad pertengahan. Selain itu, beliau juga ahli di bidang pemetaan, astronomi, dan geografi. Di sepanjang hidupnya, beliau telah menghasilkan sejumlah karya yang memiliki peranan yang cukup penting. Karya-karyanya antara lain seperti : Qiladah Risalatisy wa Istikhraj Qawa’idil Usus lil Mu’allim Sulaiman al-Mahri (Untaian Surat-surat dan Kaidah-kaidah Dasar Sulaiman Mahri), Tahfatul Fuhul fi Tamhidil Ushul (Pengantar Dasar-dasar Ilmu Pelayaran), al-Umdatul Mahriyyah fi Dhabthil ‘Ulumil Bahriyyah (Pijakan al-Mahri dalam Meletakkan Ilmu Kelautan), al-Qashidah li Ibni Majid (Senandung Ibnu Majid), al-Qashidatul Musammah bil Mahriyyah, dan lain sebagainya. Belaiu juga merevisi karya sang ayah yang berjudul Al-Hijaziyyah. Setelah beliau meninggal, karyanya banyak diterbitkan ke dalam beragam bahasa termasuk bahasa Portugis. Sementara kini, karya-karya Ibnu Majid yang membahas dunia navigasi banyak tersimpan di museum di Paris.

Salah satu pembaca karya beliau adalah Ali Re’is, seorang navigator asal Turki. Di halaman pembuka karyanya, yang berjudul The Ocean, ia berkata bahwa karya-karya Ibnu Majid telah memberinya banyak tambahan ilmu pengetahuan terutama terkait dengan ilmu navigasi. Ia juga telah menemukan karya Ibnu Majid lainnya seperti Kitab al-Fawa’id dan Hawiyat al-Ikhtisar, ketika singgah di Basrah. Menurutnya, karya Ibnu Majid adalah panduan yang sangat berguna bagi pelaut yang ingin melayari Laut India dengan mudah. (Diceritakan oleh : Djoko Rabsodi)

(From MPA, October 2010)
January 30, 2011 No comments

CHARLIE AND THE CHOCOLATE FACTORY

Pernahkah teman-teman membayangkan bias bebas masuk
Dan berjalan-jalan di dalam pabrik cokelat terbesar
Di dunia? Impian inilah yang mendorong
Pak road Dahl, seorang penulis dari Norwegia menuangkannya
Dalam buku berjudul Charlie and The Chocolate Factory,
Pada tahun 1964. Tujuh tahun setelah buku cerita ini diterbitkan,
Dibuatlah film Charlie and The Chocolate Factory untuk pertama kalinya.

MENGAJAK KAK JOHNNY DEEP

Karena film itu sukses, maka Kak Tim Burton, seorang sutradara, tertarik untuk membuat film versi barunya. Kak Tim Burton lalu mengajak Kak Johnny Deep untuk bekerja sama mebuat film ini. Kak Johnny deep terkenal dengan peran-perannya yang bersifat fantasi, seperti Kapten Jack Sparrow dalam film Pirates of The Caribbean. Tentunya, Kak Tim Burtoningin agar kita juga dapat berbagi mimpi tentang serunya bertualang di pabrik cokelat.

Sayembara dari Mr. Willy Wonka

Charlie and the Chocolate Factory, berkisah tentang seorang anak laki-laki yang sangat miskin bernama Charlie Bucket. Di sebelah rumah Charlie, berdirilah sebuah pabrik cokelat misterius terbesar dan terlezat di dunia. Namanya, Wonka’s factory. Cokelat buatan Wonka’s Factory sangat terkenal. Istimewa dan tiada tandingannya. Misalnya, es krim yang tak pernah mencair, ataupun cokelat yang dapat menambal lubang di gigi. Pemilik pabrik itu adalah Mr. Willy Wonka. Tiba-tiba Mr. Willy Wonka mengumumkan sebuah sayembara.
Sayembara itu menyebutkan akan ada lima anak beruntung yang dapat masuk ke dalam Wonka’s Facory. Mereka boleh melihat rahasia pembuatan cokelat Wonka yang terkenal. Kelima orang yang beruntung ini dapat amsuk ke pabrik cokelat Wonka dengan cara menemukan tiket emas yang terdapat dalam kemasan cokelat Wonka.

Berhasilkah Charlie?

Charlie bucket termasuk salah satu dari kelima anak yang beruntung. Maka ia pun memulai petualangannya di dalam pabrik cokelat itu bersama Augustus Gloop, Verucca Salt, Violet Beauregardem, dan juga Mike Teavee. Banyak hal menarik yang dijumpai di pabrik itu. Ada sungai cokelat yang mengalir tanpa henti, ada Oompa Loompa, pekerja pabrik Wonka yang sangat kecil dan gemar bernyanyi, serta berbagai jenis ruangan ajaib. Setiap peserta wajib mematuhi peraturan yang diberikan Mr. Wonka. Kalau tidak mematuhinya, mereka akanmendapat hukuman.

Info :

 Dibutuhkan 930.976,782 liter cokelat dalam pembuatan film ini. Termasuk untuk membuat sungai dan air terjun dari cokelat.
 Diperlukan kurang lebih 110.000 cokelat palsu serta 1850 cokelat asli yang dibuat dan dibungkus oleh pabrik cokelat Nestle. Oiya, berbagai permen seperti permen lollipop yang digantung di pohon, serta ratusan permen warna-warni, bukan permen palsu, lho! Melainkan asli, sli!
 Seorang pelatih binatang, Kak Michael Alexander, dan kawan-kawannya mebutuhkan waktu 19 minggu untuk me;atih 40 ekor tupai yang digunakan dalam film ini.
 Perhatikan baik-baik wajah para Oompa Loompa! Sangat mirip satu sama lain, bukan? Sssst… sebenarnya mereka semua hanya diperankan oleh satu orang, yaitu Kak Deep Roy. Rekaman itu kemudian digandakan dengan teknologi computer, hingga yang kita lihat ratusan Oompa Loompa.
April 28, 2010 No comments

Erno Rubik
PENCIPTA PERMAINAN RUBIK

Pernah memainkan permainan asah otak si kubus
atau yang biasa disebut rubik? Sulit-sulit mudah, kan?
Rubik memang bukan sembarang mainan, ia diciptakan untuk
Mengasah otak kalian. Penemunya bernama Erno Rubik
Yang berasal dari Hungaria. Beliau memang
Tergila-gila dengan ilmu geometri maka terciptalah ‘Rubik’.

Dari Ilmu Geometri Rubik Tercipta

Erno rubik lahir pada tahun 1944 di Budapest, Hungaria, ayahnya seorang ahli mekanik dan ibunya seorang seniman. Sejak kecil Rubik lebih menyukai bidang seni. Ia suka melukis dan bersekolah di kesenian. Tapi setelah menginjak dewasa, ia mulai menyukai bidang teknik. Ia berkuliah di Universitas Budapest jurusan teknik, dan meraih gelar arsitek pada tahun 1967. Lalu, ia meneruskan sekolah di jurusan seni dekorasi, karena kecintaannya pada seni. Setelah lulus, ia menjadi dosen Jurusan desain Interior pada Akademi Seni Rupa di Budapest.
Rubik dikenal sangat gemar dengan ilmu geometri. Ia suka memecahkan rumus-rumus sulit dan membahas teori-teori dalam ilmu geometri dengan mahasiswanya. Kerap kali ia menggunakan contoh-contoh yang dibuat dari kertas karton, kardus, kayu atau plastik. Mata pelajaran geometri yang membosankan itu berubah menjadi menarik dan menantang bagi mahasiswanya.
Ketika Rubik melihat permainan tangram dari Cina, ia mulai merakit-rakit kubus-kubus berukuran 3x3x3 cm. Ketika kubusnya selesai dibuat, ia memamerkan pada mahasiswanya dan teman-temannya. Satu-per satu mencoba karya baru Rubik.
Melihat permainan kubus buatan Rubik, Lachel Tackacz dan Ferenc Manczur, pemilik perusahaan mainan Politechnika, membantunya membuat mainan itu secara besar-besaran. Dengan ongkos produksi seadanya kubus ciptaan Rubik diproduksi masal pada tahun 1974. Sayangnya, pembuatan mainan kubus memakan waktu yang lama sekitar 3 tahun, karena keterbatasan dana dan tenaga.
Kubus ajaib mulai diedarkan di masyarakat pada tahun 1977. Awal 1980, kubus mulai menjelajah ke London, Paris, Nuemberg, hingga ke New York. Pada 1981, permainan Rubik mulai dipasarkan ke Eropa, Amerika, Hongkong, Taiwan, Brasil, Kosta Rika dan Indonesia. Bahkan, permainan ini dilombakan seluruh dunia pada tahun 1983.
Kini Erno Rubik bekerja di Seven Towns, perusahaan pencipta puzzle dan permainan. Ketika mencipta permainan kubus, ia menyatakan, “Saya mencintai permainan ruangan yang menantang!” (April, berbagai sumber)

Dari Majalah Mentari, Agustus 2002
April 28, 2010 No comments
Tujuh Fenomena Alam yang Mempesona Dunia

Selain keindahan alam, ternyata banyak tempat yang memiliki keunikan yang luar biasa. Kejadian alam yang unik ini hanya dapat ditemui di daerah tertentu bahkan dalam beberapa hal, muncul di saat tertentu saja. Jika anda berkeinginan melancong ke wilayah tersebut, ada baiknya mengkondisikan diri dan mempersiapkan waktu yang tepat, sehingga berkesempatan menyaksikan fenomena keunikan alam itu secara utuh. Berdasarkan penelitian, setidaknya ada tujuh fenomena alam yang mempesona dunia.

Pertama, Badai Abadi Venezuela “Relampago del Catatumbo” (Petir Catatumbo), adalah fenomena unik yang terjadi di mulut sungai Catatumbo di Venezuela. Fenomena ini berupa petir antar awan yang dapat terjadi hamper 160 hari dalam satu tahun. Setiap hari dapat berlangsung 10 jam dan setiap jam dapat terjadi 280 kali ledakan petir. Badai yang hampir abadi ini menyebabkan sekitar 1,2 juta kali ledakan petir dalam setahun, dan dapat terlihat sampai 400 km jauhnya, sehingga terkadang digunakan sebagai alat bantu navigasi visual oleh kapal yang berlayar.

Kedua, Hujan Ikan Honduras. Hujan ini biasanya terjadi pada sekitar bulan Mei dan Juli. Saksi mata menggambarkan bahwa ada awan gelap yang diikuti petir, dan kemudian badai dan angin kencang, selanjutnya disusul hujan deras selama dua atau tiga jam. Begitu hujan berhenti, ratusan ikan dapat ditemukan terkapar dan tersebar di daratan. Oleh warga sekitar ikan ini kemudian diambil dan dimasak selanjutnya dimakan seperti biasa. Semenjak tahun 1998, ada festival yang dinamai “Festival de la Lluvia de Peces” (Festival Hujan Ikan), yang dilakukan setiap tahun di kota Yoro, Honduras.

Ketiga, Kambing Pemanjat Maroko. Fenomena ini tidak akan ditemukan di daerah lain, kecuali Maroko. Kambing-kambing ini dapat memanjat pohon, bukan karena ingin bermain-main, melainkan karena kambing itu menyukai buah Argan yang mirip dengan buah zaitun. Para peternak kambing selalu mengikuti dan mengawasi kambing-kambingnya. Karena buah Argan yang dimakan kambing itu mengandung biji yang tidak dapat dicerna oleh kambing, biji buah Argan ini kemudian dikumpulkan oleh para peternak dari kotoran kambing. Selanjutnya biji ini diproses menjadi minyak Argan yang dapat digunakan untuk memasak dan campuran bahan kosmetik.

Keempat, Ombak Terpanjang di Dunia. Dua kali setahun, antara bulan Februari dan Maret, air yang mengalir dari Samudera Atlantik yang akan menuju ke sungai Amazon, Brasil, mengakibatkan terjadinya ombak terpanjang dalam sejarah. Fenomena yang disebut Pororoca ini terjadi pada saat arus pasang dari Samudera Atlantik bertemu di mulut sungai. Hal ini membuat ombak yang berdiri vertical setinggi 12 kaki dan dapat bertahan sampai setengah jam. Ombak setinggi itu tentunya sangat disukai di kalangan para peselancar. Ombak terpanjang itu telah membawa Picuruta Salazar, seorang juara peselancar dari Brasil menorehkan rekor dunia dengan berhasil berselancar sejauh 12,5 km selama 37 menit penuh.

Kelima, Hujan Merah Kerala India. Huja ini berwarna merah dan membuat pakaian yang dijemur tampak seperti berdarah-darah. Hujan ini terkadang juga bisa berwarna hijau ataupun kuning bahkan hitam. Warna ini muncul akibat adanya spora ganggang yang terbang terbawa oleh angin pada saat pembentukan hujan, lalu menyatu dalam air hujan.

Keenam, Pelangi Api Idaho Amerika. Fenomena pelangi pada ummnya berbentuk seperti lingkaran. Sedangkan pelangi api ini terbentuk pada saat matahari pada posisi tinggi, lebih tinggi dari 58 derajat dari garis horizon. Ketika cahaya melewati awan cirrus yang tinggi, terkadang awan ini akan dapat menampilkan proses pemecahan cahaya yang membentuk fenomena yang mirip dengan pelangi.

Ketujuh, Matahari Hitam Denmark. Selama musim panas di Denmark, sekitar setengah jam sebelum matahari terbenam, jutaan ekor burung yang dinamakan Starling (Sturnis Vulgaris) bergabung dan membentuk “formasi tempur yang indah”. Fenomena formasi tempur ini dapat disaksikan di daerah rawa-rawa di Denmark Barat mulai bulan Maret sampai pertengahan April.

Negara kita Indonesia, yang memiliki ribuan pulau dengan wilayah perairan dan lautan yang begitu luas, serta berisi ragam flora dan fauna yang tak terbilang variannya, sudah barang tentu juga menyimpan dan memiliki banyak fenomena alam yang memepesona seperti di atas. Masalahnya, dibanding Singapura, Malaysia, dan Thailand, apalagi belahan dunia lain yang lebih maju, sisi penelitian, publikasi, dan lebih-lebih marketing kepariwisataannnya, cukup lemah. Demikian, menurut pengamat dari Malaysia dalam diskusinya disebuah TV di Indonesia.

(dilah dari SK.SP.0709 dan sumber yang lain – anhar)
Majalah MPA no. 278, Nopember 2009
April 06, 2010 1 comments

About me

About Me


A student who loves collecting books, writing occasionally, and enjoy taking some photographs.

Follow Us

Labels

Cerita Teladan cerpen continual flashfiction coretan tanganku encyclopedia flashfiction Justifying the Feeling movie review my handwriting nice story Out of the Blue Resensi Buku resensi novel review film sinopsis buku

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2016 (1)
    • ▼  February (1)
      • Expressing Happiness: What to Do
  • ►  2014 (7)
    • ►  September (2)
    • ►  July (2)
    • ►  June (2)
    • ►  May (1)
  • ►  2013 (25)
    • ►  December (2)
    • ►  September (1)
    • ►  August (4)
    • ►  July (5)
    • ►  May (4)
    • ►  April (1)
    • ►  February (3)
    • ►  January (5)
  • ►  2012 (16)
    • ►  December (2)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  May (2)
    • ►  April (2)
    • ►  March (2)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2011 (3)
    • ►  June (1)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2010 (3)
    • ►  April (3)
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates