facebook google twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • Travel
  • Life Style
    • Category
    • Category
    • Category
  • About
  • Contact
  • Download

az-zuhruf

some stories and thoughts


Selene, Putri Sang Cleopatra



Kekuasaan. Intrik. Kecemburuan. Hasrat. Ambisi. Cinta segitiga. Di tengah prahara ini, putri dari Cleopatra, ratu Mesir yang paling terkenal, berjuang untuk menemukan cinta dan takdirnya...

Perkawinan Cleopatra dan Mark Antony tak hanya menjadi salah satu kisah cinta paling agung sepanjang masa, namun juga yang paling rumit dengan ambisi dan konsekuensi politik yang terjalin di dalamnya. Mereka mempunyai tiga anak: si kembar Alexander dan Selena, serta si bungsu Ptolemy. Ketika Kaisar pewaris takhta kerajaan Mesir, ia membawa ketiga pewaris takhta kerajaan Mesir ini kembali ke Roma sebagai tawanan, namun tidak semuanya dapat bertahan hidup. Di negeri yang asing itu, sisa keturunan Cleopatra harus menghadapi bahaya dan ambisi pribadi keluarga Oktavianus, seraya berjuang meraih hasrat dan keinginan mereka sendiri.

Mengisahkan Putri Selene, salah satu putri dari Cleopatra, dan saudara kembarnya Alexander yang harus hijrah ke Roma setelah ayah mereka, Markus Antonius, mengalami kekalahan. Cleopatra sendiri akhirnya bunuh diri dan ketiga anak mereka, Ptolomeus, Selene, dan Alexander pun dibawa ke Romawi oleh Oktavianus. Di sana mereka tinggal bersama Oktavia yang memperlakukan mereka dengan sangat baik meskipun orang-orang di sekitar mereka masih menganggap mereka orang-orang Mesir yang seharusnya dimusnahkan.

Berada di Romawi, Selene yakin bahwa kehidupannya dan saudara kembarnya adalah mutlak di bawah tangan Oktavianus. Setelah kehilangan saudaranya yang masih kecil, Ptolemeus, ketika dalam perjalanan ke Romawi, ia semakin bertekad agar ia bisa kembali ke Mesir.

Selama di Romawi ia semakin mengasah kepandaiannya dalam bidang arsitektur meski masih sangat belia. Dengan menunjukkan bakatnya itu ia berharap bahwa Oktavianus tidak akan membunuhnya maupun saudara kembar yang sangat disayanginya itu. Berada di Romawi juga membuat Selene ikut terlibat dalam urusan politik kerajaan. Dengan munculnya kelompok Elang Merah yang menentang perbudakan, Selene semakin yakin bahwa ia akan mendapatkan celah untuk bebas dari Oktavianus.

Di Romawi itu juga ia bertemu dengan Marcellus yang memikat hatinya. Namun sayangnya kisah cinta mereka harus terhalang setelah Marcellus dinikahkan dengan Julia. Ditambah dengan kematian Alexander, Selene harus mengalami masa-masa yang berat selama di Romawi. Dengan berbagai halangan itu, Selene memutuskan untuk tetap berusaha mendapatkan kebahagiaan dan cinta yang telah hilang selama berada di Romawi.

Membaca novel sejarah ini, bukan berarti Anda akan dihanyutkan oleh cerita dongeng zaman dahulu kala. Lebih dari itu, setiap membalik kertas adalah sebuah emosi untuk bertahan mengikuti rasa penasaran tentang kelanjutan kisahnya. Michelle Moran berhasil membuat bahasa yang indah untuk dibaca. Baru kali ini saya membaca novel sejarah yang tidak membosankan. Kisah tragis yang dialami Selene membuat saya tak dapat berhenti membaca untuk mengetahui akhir ceritanya. Meskipun harus berkali-kali bertemu dengan istilah-istilah asing, alur yang menarik membuat novel ini tak sekadar novel, namun juga mengajarkan kepada kita kehidupan sejarah masa lalu.

Benar-benar tak dapat ditebak hingga halaman terakhir!
January 15, 2013 No comments


Image source : http://myonepercentaday.files.wordpress.com/2011/01/compassion.jpg

It has become a common thing when most of teenagers have had boyfriend or girlfriend. However, there are still many teenagers that cons of having boyfriend or girlfriend considering the benefits of it.
Many people think that having a boyfriend or girlfriend can become a motivator for them. Not only in studying, a boyfriend or girlfriend can also motivate them in doing something or reaching our dreams. The presence of a special person will encourage us to do something.
Having a person that is very close to us make us freely  to share our peoblems. A good boyfriend or girlfriend will give us an advice or some solutions. By sharing our problem, we can decrease our burden too.
In addition, people who has boyfriend or girlfriend are considered that they have a good interaction. People who has a good interaction can attract many people and make other feel comfort when beside him or her.
On the other hand, many people also think that having a boyfriend or girlfriend just wasting the time. They should provide more time for their boyfriend or girlfriend beside of their study or other useful thing. It also disturb the concentration when they are studying.
Furthermore, if we can’t control or manage ourselves, our boyfriend or girlfriend can influence us to do bad things such as free sex or other criminal action. These effects can decrease the moral of teenagers nowadays.
Considering pros and cons above, our choice to have a boyfriend or girlfriend should be thought furthermore. Many people think that by having a boyfriend, we can be motivated. Nevertheless, there are still many people believed that it just waste the time. So, it just depends on our choice how to choose the best.
December 12, 2012 No comments


Pertama kali membaca novelnya, saya sangat-sangat penasaran bagaimana kalau this great novel dijadikan film. Pasti bakalan keren abis!! Saat membaca pun, saya selalu terbayang wajah si Kugy, Keenan, Luhde, Remi, Noni, Eko, dst... Si Kugy yang acak-acak an, Si Keenan yang gondrong, Si Luhde yang cantik, dst juga...
Sewaktu booming kalau Perahu Kertas ini bakalan dijadikan film beneran, saya dan teman-teman seringkali menebak-nebak siapa saja yang akan memerankan para tokoh-tokoh ini. Sewaktu bulan Agustus pun saya selalu menanti-nanti nih film bakalan cepet keluar di bioskop Kediri. Tapi baru sekitar satu bulan kemudian setelah premiere Perahu Kertas ini bisa berlayar di Kediri.
Pertamanya saya ngotot banget mau nonton sama teman-teman. Namun, gara-gara harga tiketnya yang cukup mahal (bagi pelajar seperti saya) akhirnya kami mengurungkan niat dan memendam rasa untuk bisa melihat cerita ini dalam bentuk kisah nyata.
Setelah empat bulan berlalu, tepatnya pada bulan Desember ini, ketika sepupu saya mengabari saya kalau ia sudah “menemukan” perahu yang populer itu, saya girang tak terkira. And finally I got it!
Sekilas review, di versi filmnya, Kugy diperankan oleh Maudy Ayunda, Keenan diperankan oleh Adipati Dolken, Remi diperankan oleh Reza Rahadian, Luhde diperankan oleh Elyzia Mulachela, dan untuk lebih lengkapnya silahkan buka wikipedia di sini , hehe... Disutradarai oleh Hanung Bramantyo, film ini meraih kesuksesan yang cukup besar. So, let me tell you my review about this film.
Cerita diawali dengan kepindahan Kugy ke Bandung yang kemudian dilanjutkan menjemput Keenan di stasiun. Proses selanjutnya nggak jauh beda sama yang di novel. Namun, yang namanya film pasti beda sama novelnya. Terus, yang beda apa???
Pertama, saya kira proses pertemanan Kugy dan Keenan cepet banget di film, sehingga kesannya tuh dua anak gak kelihatan saling jatuh cinta. Terus, ada bagian yang waktu Kugy dan Keenan pulang bareng naik kereta api, kemudian kereta apinya berhenti gara-gara ada longsor. Seingat saya, mereka berdua makan bareng di warung kecil terus kehujanan. Tapi di filmnya cuma diceritain turun dari kereta api, terus ngobrol singkat gitu. Padahal menurut saya itu salah satu bagian yang penting. Kalo di novel judulnya : "Bulan, perjalanan, kita.". Terus suasananya yang di novel ngena banget buat ngungkapin perasaan mereka berdua, romantis. Nah, satu lagi yang cukup penting. Saya merasa cukup boring sama dialog-dialog mereka. Padahal kalo baca di novel tuh nggak bisa berhenti senyum, malahan sampai ngakak abis.
Dibandingkan dengan film-film adaptasi novel lain yang sering buat penggemarnya kecewa, menurut saya film ini cukup bagus membuat para penggemar novelnya merealisasikan tokoh-tokoh novelnya dalam dunia nyata, meskipun ada juga yang kecewa. So, setelah melihat yang part I saya jadi lebih penasaran sama yang kedua. Just waiting the second “paper boat” released... :D
Sekian review saya tentang perahu kertas part I kali ini, semua tulisan saya murni dari pendapat saya. Jadi, kalo ada yang mau beda pendapat sama saya juga silakan... Ini kan negara democrazy, eh demokrasi maksudnya...

December 12, 2012 No comments


Sebuah cerita tentang Srintil, seorang gadis muda yang “terpilih” menjadi seorang ronggeng.

Berlatar tempat di sebuah desa yang terpencil dan terpuruk, Dukuh Paruk. Kehadiran seorang ronggeng di sana adalah sebuah berkah bagi mereka. Kehadiran seorang ronggeng juga lah yang berhasil menumbuhkan semangat hidup mereka kembali.

Awalnya Srintil sangat senang dirinya “terpilih” menjadi seorang ronggeng. Namun untuk bisa menjadi seorang ronggeng sejati ia harus melewati berbagai ritual yang sangat tidak etis dilakukan di zaman sekarang ini. Namun, degan kehadiran Rasus, sahabat yang selalu setia mendampinginya, ia berhasil melewati segala tantangan untuk naik tingkat menjadi ronggeng di usia kurang dari 15 tahun.

Waktu pun berlalu, kehadiran ronggeng Srintil di Dukuh Paruk telah berhasil mengangkat kembali nama dukuh ini hingga luar daerah. Penampilan Srintil pun menjadi sorotan setiap insan. Penampilannya di setiap panggung pun juga tak pernah sepi pengunjung. Kererotisannya pun semakin menjadi-jadi.

Namun keputusan Srintil inilah yang membuat Rasus semakin menghindar. Semua bayangan Rasus tentang ibunya yang ada pada diri Srintil lama-kelamaan memudar. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk pergi dari Dukuh Paruk, meninggalkan Srintil yang menyimpan hati untuknya dan neneknya sebatang kara.

Pada tahun 1965, ketika  Indonesia digentarkan oleh ulah PKI, maka Dukuh Paruk pun juga dijadikan sasaran. Para pengikut ronggeng difitnah dan akhirnya ditahan, termasuk Srintil. Bertahun-tahun Srintil dijadikan sasaran dan tak diperbolehkan pulang.

Ketika Srintil sudah bebas, ia pun merubah segala tingkah lakunya. Semua penduduk desa pun juga sudah mulai merubah diri. Tak ada lagi pementasan ronggeng. Namun, Srintil nampak kosong. Srintil yang mulai bernjak dewasa ini merasa kehilangan, kehilangan seseorang yang telah menjadi sahabatnya, sahabat yang setia melindunginya, sahabat yang perlahan-lahan dicintainya.

Di tengah-tengah kehampaannya itu, muncul seorang lelaki bernama Bajus. Srintil merasa Bajus beritikad baik dengannya, maka ia pun menjalin persahabatan yang baik dengannya.  Tetapi di tengah-tengah kehampaannya itu juga, muncullah Rasus, Rasus yang telah menjadi seorang tentara. Semua orang di Dukuh Paruk tahu bagaimana perasaan Srintil terhadap Rasus. Mereka akhirnya meminta Rasus untuk menikahi Srinbtil, gadis cantik yang dicintai semua orang Dukuh Paruk. Rasus yang belum berani namun sebenarnya memiliki perasan pada Srintil akhirnya memutuskan untuk pergi lagi. Meninggalkan Srintil lagi.

Beberapa tahun setelah Rasus merampungkan urusannya, ia kembali lagi Dukuh Paruk. Namun alangkah terkejutnya ia ketika bertemu Srintil. Srintil yang telah berubah. Srintil yang dikhianati oleh seorang lelaki bernama Bajus. Srintil yang hilang harapan untuk menjadi seorang ibu rumah tangga. Rasus benar-benar menyesal. Namun waktu tak dapat diputar kembali. Rasus mendapati Srintil terpojok di sudut kamarnya. Sesaat menangis, sesaat tersenyum, sesaat berteriak. Srintil benar-benar sudah berubah. Srintil telah gila.
November 20, 2012 2 comments

Class Library, A Special Place For Students’ Books




Almost all students have their own books, but when they finish reading the books most of them just left them in the bookshelf or in the box and would not read them for a long period of time. In order to collect the books, there must be a special action. There are many ways to handle the problem, but the effective one is by making a class library.
Class library provides a special place for students’ books. The books provided in the class library will be more useful compared with the books stored in the students’ bookshelves. The books will get a big cahnce to be read. This way will make the books more useful by letting them read by other people.
The existance of many kinds of books will also motivate the students to read the book in their leisure time in the class. It means that the class library also plays role in  motivating the students to have a good habits by reading the books and spending their time for a useful thing.
The class library’s books can complete the books from the school library. We know that the books from the school library. We know that the books from the school library are often limited and the students should queque up to borrow the book. Because of that, the class library can complete the literatures, so the students will easily get the books or literatures.
Making a class library will need an administrator to manage the books. The administrator should be responsible and always notice the books borrowed by the other students. It will also train the students to be a good administrator. In addition, the students will be trained to make a good cooperation and relation among the students so that the class library can provide a lot of kinds of books.
Therefore, the students should have a good cooperation to make a class library so their books can be more useful for them and other people. Furthermore, the school should facilitate and encourage them so the making of class library can be realized.
October 27, 2012 No comments

Smile, please...



A smile costs nothing, but gives much. Some people think that a smile has no meaning and sometimes they ignore it. But even a smile looks so simple, it is so powerful. It can change a lot of things. There are soe reasons why smile is important.

Firstly, smiling makes us attractive. Many people are attracted to people who smiles. Frowns, scowls and grimaces all push people away, but a smile draws them in. When somebodies are smiling, they lighten up the room, change the moods of others, and make the other happier. The smiling persons bring happiness with them, and the happiness attract other people. So, if we want to be surrounded by many people or have many friends, relatives and colleagues, just put a smile on our face and we will feel the effect of this simple action.

Smiling is a natural drug. Studies have shown that smiling releases endorphins, natural pain killers and serotonin. Together these three make us feel good. Smiling also relieves stress, lowers our blood pressure and boosts our immune system. When we smile, immune function improves possibly because we are more relaxed, prevent the flu and colds by smiling. There is also a measurable reduction in our blood pressure. Moreover, smiling also makes us look younger. The muscles we use to smile lift the face, making a person appears younger.

Smile can be a compliment or a gratitude expression. Not only “thanks” or retainer, but a genuine smile also expresses our deepest gratitude too. This genuine smile is really valuable for those people who receive it.  They will feel happier because their work are appreciated well.

Base on those reasons, we can conclude that smile is important. So, just smile and we will feel its benefits.
August 16, 2012 No comments
Ayo ke Paris!

13 Sya’ban 1433 H, 7.30 pm





Sebelumnya saya ingin mengucapkan merci beaucoup pada mbak Hanum Salsabiela Rais dan mas Rangga Almahendra yang telah ikhlas meluangkan waktunya untuk menulis novel yang keren ini dan membagikan pengetahuannya tentang Islam di langit Eropa. Terimakasih juga saya sampaikan pada Iva Firdayanti yang telah ikhlas meminjamkan novelnya pada saya (kunjungi
http://ivafirdayanti.blogspot.com/). Dan yang terpenting, Allah Swt. yang telah memberi saya kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan saya di hari libur ini dengan berbagai cara, salah satunya dengan membaca “99 Cahaya di Langit Eropa” ini.

Saya tersadar, bulan yang bersinar malam ini, adalah bulan yang sama yang menyinari daratan Eropa beratus-ratus tahun yang lalu. Bulan ini juga yang menjadi saksi bahawa Islam pernah berjaya di Eropa (maaf nyontek, mbak Hanum!). Betapa saya takjub membaca kisah-kisah mbak Hanum. Kisah-kisah yang telah membuat saya tercengang, menyadari betapa ilmu pengetahuan saya masih perlu ditambah lagi. Perlu sekali.


Musse de Lovre



Galeri di Museum Louvre
Kisah-kisah perjalanan spiritual ini juga yang telah menginspirasi saya untuk pergi ke Paris, Cordoba, Granada, Istanbul dan berbagai wilayah lain di Eropa. Saya ingin mengunjungi Museum Louvre, museum dengan koleksi terlengkap di dunia. Di sanalah Lukisan Mona Lisa karya Leonardo Da Vinci disimpan. Saya ingin menaiki anak-anak tangga di sana, menelusuri lorong-lorong dan memasuki setiap gallery di sana. Saya ingin membaca huruf Kufic yang tertera di piring-piring kuno, memandangi Celestial Sphere-nya Yunus Ibn al Husayn al Asturlabi, dan membaca huruf Kufic lagi di lukisan Vierge a l’Enfant – The Virgin and the Child : Ugolino di Nerio 1315-1320 yang pada pinggiran hijab Bunda Maria itu bertahtakan kalimat tauhid Laa Ilaaha Illallah (pede, emang bisa baca??).


Vierge a l’Enfant


Arc de Triomphe du I’Etoile
Seine River
Saya juga ingin berdiri di bawah menara Eiffel, Arc de Triomphe du Carrousel, Arc de Triomphe du I’Etoile (yang mirip Simpang Lima Gumul itu, lhooo..), dan monumen Obelisk Mesir. Saya juga ingin berada di jalur lurus Air Mancur Besar, monumen Obelisk Mesir, jalan Champs-Elysees, dan monumen Arch de Triomphe yang searah Mekkah. Berada di Jalur Kemenangan-nya Napoleon Bonaparte. Voie Triomphale. This is it Axe Historique. Tak lupa, saya juga ingin berjalan di sepanjang sunga Seine dan mengabadikan berbagai tempat-tempat wisata tadi serta Gereja Notre Dame yang gerbangnya berbentuk kubah lengkung : seperti masjid.


Axe Historique

Champs Elysees

Arc de Triomphe du Carrousel
Notre Dame

Roti Croissant
Kalo lagi di Austria, saya pengen makan roti Croissant yang terkenal itu. Roti yang berbentuk bulan sabit namun menyimpan cerita memilukan. Lalu pada senja hari, saya akan menaiki bus menuju Kahlenberg dan mengagumi keindahannya. Tak bisa dibayangkan.

Kahlenberg




Al-Hambra
Selain ke tempat-tempat wisata di Paris dan Austria, saya juga akan pergi ke the True City of Lights, Cordoba. Berkunjung ke Mezquita, Masjid Katedral. Dahulunya masjid, namun sekarang berubah menjadi katedral. Dan di sana saya mungkin juga akan merasakan hal yang sama dengan mbak Hanum. Seharusnya Mezquita dijadikan museum saja. Sedangkan di Granada, saya akan mengunjungi Al-Hambra. Di Granada lah dinasti Islam terakhir mencoba bertahan di Spanyol.

Mezquita

Ornamen dalam Mezquita

Blue Mosque dan Hagia Sophia
Semoga saja bukan yang terakhir, ke Istanbul, Turki. Berziarah ke masjid indah yang pernah saya lihat di televisi dan saya langsung jatuh cinta padanya, Blue Mosque. Di sana juga saya ingin menunaikan sholat. Dan di depan Blue Mosque, saya akan mampir ke Hagia Sophia.


Blue Mosque

Hagia Sophia


Hagia Sophia

Namun, “Danke” lah yang telah membuat saya menyadari juga dimana letak titik nol perjalanan-perjalanan ini. Membaca pengalaman mbak Hanum menunaikan ibadah rukun islam terakhir : Haji. Saya ingin, benar-benar ingin.... suatu hari... saya bisa ke sana, pergi bersama orang-orang yang saya cintai, bersujud bersama jutaan muslim lain, di sebuah tempat yang menjadi kiblat sholat seluruh umat muslim di dunia. Semoga saja.... Amiiinn....

Ka'bah, Mekkah
The last but not the least, novel ini juga telah meningkatkan rasa syukur saya kepada Allah. Betapa kita, para muslim telah dilahirkan dalam keadaan bebas, bebas dalam menjalankan ibadah kita. Jika kita ingat, bahwa dahulu dalam kurun 10 tahun setelah Granada takluk, Isabella dan Ferdinand memerintahkan pembaptisan massal kepada seluruh penduduk –warga Spanyol, baik Islam maupun Yahudi. Mereka juga memaksa setiap warga untuk berjualan babi dan mendemonstrasikan makan babi di depan mereka. Astaghfirullahal’adzim... Wahai kaum muslimin, tunjukkanlah rasa syukur kita terhadap nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepada kita selama ini....

So, itulah mimpi-mimpi, cita-cita, dan catatan saya setelah membaca “99 Cahaya di Langit Eropa”. Novel yang fantastis!

Danke

aHaba
July 08, 2012 3 comments
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me


A student who loves collecting books, writing occasionally, and enjoy taking some photographs.

Follow Us

Labels

Cerita Teladan cerpen continual flashfiction coretan tanganku encyclopedia flashfiction Justifying the Feeling movie review my handwriting nice story Out of the Blue Resensi Buku resensi novel review film sinopsis buku

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2016 (1)
    • ▼  February (1)
      • Expressing Happiness: What to Do
  • ►  2014 (7)
    • ►  September (2)
    • ►  July (2)
    • ►  June (2)
    • ►  May (1)
  • ►  2013 (25)
    • ►  December (2)
    • ►  September (1)
    • ►  August (4)
    • ►  July (5)
    • ►  May (4)
    • ►  April (1)
    • ►  February (3)
    • ►  January (5)
  • ►  2012 (16)
    • ►  December (2)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  May (2)
    • ►  April (2)
    • ►  March (2)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2011 (3)
    • ►  June (1)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2010 (3)
    • ►  April (3)
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates