facebook google twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • Travel
  • Life Style
    • Category
    • Category
    • Category
  • About
  • Contact
  • Download

az-zuhruf

some stories and thoughts


picture source : http://anjaswijanarko.net/eryka-bunga-ilalang-di-tengah-padang.html


Dulu, aku mencintaimu. Merasakan denyut nadi ini bersamamu, menatap bintang-bintang harapan yang membuat diriku terbang, dan meraih mimpi indah bersamamu adalah sebuah kenangan manis yang tak akan pernah hilang dalam benakku.
Dulu, kau sering mengajakku bermimpi di atas awan. Menerobos ilalang, menemukan sebuah tempat di bawah pohon yang rindang untuk berbagi cerita, tentang mimpiku dan mimpimu. Merasakan angin yang menghempas tubuh kita, aku yakin cintaku akan tetap menjagamu.
Kau sering bilang, “Aku akan pergi”, namun cintaku tak akan pernah meninggalkanmu. Kau sering bilang, “Kita akan berpisah”, namun aku yakin cintaku padamu tak akan terputus, dan aku juga sering bilang, “Kejarlah mimpimu”, karena aku yakin cinta ini akan terus tumbuh meski samudera memisahkan raga kita.
Aku tahu, cinta ini mungkin tak akan bisa terbang menuju persinggahanmu. Namun saat ini, di bawah gumpalan awan putih di angkasa yang biru, aku ingin sedikit bernostalgia denganmu. Aku ingin mendoakan sebaris kata yang akan selalu kau ucapkan di hadapan kue cokelat dengan beberapa lilin yang menyala indah. Doa yang selalu kau lantunkan untuk hidupmu dan doa yang kubisikkan untuk kita. Di atas bunga putih ini, kuselipkan secarik kertas untukmu. Tiga kata yang selalu kuucapkan di tanggal ini, bulan ini, setiap tahun, semenjak aku mencintaimu.
February 16, 2013 8 comments
Judul buku                       : Infinitely Yours
Pengarang                       : Orizuka
Editor                                 : Andree & Gita Romadhona
Penerbit                           : Gagas Media
Cetakan                            : Keenam
Tahun Terbit                      : 2012

...
“Terus, buang kuncinya,” kata Jingga sambil memotret gembok mereka dari jarak dekat.
Rayan mengernyit. “Buang?”
“Iya, buang aja ke sana.” Jingga menunjuk ke depan.
Rayan mengangguk-angguk, lalu tanpa sengaja membaca sebuah papan kuning bertuliskan ‘DO NOT THROW YOUR KEY AWAY’ tak jauh dari tempatnya berdiri.
Rayan menunjuk papan itu. “Terus, itu apa?”
Jingga buru-buru menggeleng. “Nggak apa-apa, buang aja.”
...


Jingga dan Rayan. Dua orang yang memiliki sifat kontradiktif. Jingga seorang gadis cantik yang riang, cerewet, komunikatif, menarik, selalu update fashion dan segala hal yang berhubungan dengan Korea –Korean Lovers. Rayan, seorang lelaki tampan namun pendiam, kaku, kolot, dan sama sekali tidak suka dengan hal-hal yang berbau Korea. Namun, bukankah pasangan yang baik adalah pasangan yang saling melengkapi?
Pertama kali bertemu Jingga, Rayan sadar betul bahwa ia akan mendapat kesialan selama berada di dekatnya. Mereka berdua sedang dalam perjalanan ke Korea Selatan dalam rangka mengikuti sebuah tour. Dengan tujuan awal yang berbeda, kedua insan ini ternyata terperangkap dalam ikatan satu pasangan tour : satu sama lain harus bertanggungjawab terhadap keselamatan pasangan tournya selama berada di Korea.
Sifat Jingga –yang sudah saya sebutkan di atas- ternyata benar-benar membuat Rayan kacau. Beberapa menit saja berada di dekat Jingga yang ngomong sana-sini, bagi Rayan itu adalah sebuah kesialan yang akan berlanjut pada kesialan selanjutnya. Jingga sendiri yang mengetahui bahwa Rayan adalah orang yang pendiam, terus saja mengajaknya berbicara meski ia tahu ia sedang dicuekin.
Sesampainya di Korea, Jingga dan Rayan bergegas melaksanakan rencananya. Jingga yang sejak awal memang berniat mengikuti tour ini sedang menanti seseorang : Yun Jae, tour guidenya yang ia jumpai setahun yang lalu saat ke Korea dan membuatnya tak bisa tidur setiap malam. Yun Jae telah merebut hati Jingga, dan ketika Yun Jae memasuki busnya ia melonjak kegirangan, membuat seisi bus terutama Rayan terpolongo. Membuat Rayan semakin yakin bahwa Jingga adalah makhluk teraneh yang pernah ditemuinya.
Rayan sendiri menjadi bingung setengah mati setelah kepergiannya dari rombongan tour diketahui dan diikuti oleh Jingga. Jingga yang merasa bertanggung jawab pada pasangan tournya itu berpikir bahwa Rayan akan tersesat dan jika itu terjadi, Jingga tak tahu ia akan mendapat hukuman seperti apa atas keteledorannya. Jingga sendiri juga tak tahu bahwa proteksinya pada Rayan akan membawanya pada petualangan-petualangan konyol yang akan mereka lalui bersama.
Satu hal yang membuat Rayan kabur dari rombongan adalah bahwa ia ingin bertemu dengan Mariska, mantan pacarnya, yang dalam waktu dekat akan menikah. Menikah dengan lelaki Korea yang dikenal Mariska saat sedang melanjutkan studi ke Korea. Setelah gagal bertemu dengan Mariska di apartemennya, mereka berdua berniat kembali ke rombongan. Namun, setelah pertemuan tidak sengaja antara Rayan dan Mariska di pinggir jalan, Rayan membuat Jingga harus ikut kabur bersamanya lagi. Rayan terlanjur patah hati dan Jingga tak mau melihat wajah kakunya bertambah kaku lagi. Maka, Jingga pun memutuskan bahwa Rayan harus mengikuti tour romantisme Korea, dipandu oleh Jingga sendiri. Hal ini membuat Rayan semakin kacau namun ia tak tahu mengapa ia tetap mengikuti kemauan gadis periang itu.
Jingga tak mau patah hati Rayan membuat Rayan semakin benci pada Korea, terutama para lelaki Korea. Rayan terlanjur sinis pada calon suami mantan pacarnya itu. Selama kabur, Jingga mengajak Rayan pergi ke berbagai tempat, mulai dari makan makanan khas Korea, berbelanja souvenir dan baju couple, berfoto bersama, hingga pergi ke N Seoul Tower, tempat dimana ia dan Jingga mengunci “gembok jodoh”nya. Bagi Rayan, melakukan kegiatan ganjil seperti itu bersama Jingga adalah sebuah keanehan yang tak pernah dialami Narayan Sadewa, namun entah mengapa ia menikmati perjalanan itu bersama gadis yang baru dikenalnya beberapa hari itu.
Hilangnya dompet Rayan membuat mereka berdua harus melalui berbagai petualangan dan kejadian seru, konyol, lucu, dan entah bagaimana, romantis. Kejadian-kejadian itu ternyata membuat mereka berdua perlahan-lahan jatuh hati. Namun ego Rayan dan sikap tak yakin Jingga membuat rasa cinta itu harus terpendam dalam hati.
Setelah kembali lagi ke rombongan, Rayan semakin tak tahan atas perasaannya itu, dan begitu pula Jingga. Di saat kata cinta itu hendak terungkap sebuah kejadian menghalanginya. Rayan salah sangka terhadap Yun Jae dan Jingga. Ia sangat yakin Jingga merasa sangat senang ketika Yun Jae menyatakan perasaannya, namun ia salah, Jingga sama sekali tak merasakan apa pun ketika bersama dengan Yun Jae. Begitu juga ketika Jingga hendak berterus terang pada Rayan, Rayan juga terlanjur sakit hati dan mulai mengeluarkan egonya lagi. Sejak saat itu, persahabatan manis yang terjalin antara Rayan dna Jingga selama perjalanan “kabur” mereka hilang. Rayan sudah memutuskan ia akan menjauh dari Jingga.
Setelah perjalanan panjang di Korea, tour pun berakhir. Ketika sampai di bandara, Jingga buru-buru menyerahkan buku perjalannnya pada Rayan. Rayan sama sekali tak menghiraukan Jingga. Ia tetap dingin, namun Jingga masih bersikap riang, berharap Rayan tahu isi hatinya.
Dalam perjalanan pulang, Rayan membuka buku perjalanan yang diisi Jingga dengan berbagai pose wajah Rayan selama di Korea, dan pada foto terakhir, tertulis sebaris kata dalam huruf Korea yang membuatnya mengetahui perasaan Jingga yang sesungguhnya padanya. Namun nasi telah menjadi bubur. Rayan sama sekali tidak mengetahui alamat atau pun nomor yang bisa dihubunginya.
Tetapi takdirlah yang mempertemukan mereka kembali. Ketika Jingga berada di Korea setelah bertemu Yun Jae memperjelas jawaban pinangannya, Jingga pergi menyusuri sungai Cheonggye. Pada saat itulah ia bertemu sesosok Rayan, dengan penampilan yang sedikit berbeda, dan di atas jembatan sungai Cheonggye itu, Rayan menatap Jingga, mengungkapkan satu kata yang diajari oleh sekretarisnya : Saranghae.

February 02, 2013 No comments

Pertama kali bertemu Radit, Edyta dibuatnya terpesona. Ia berkali-kali takjub setiap kali memandang Radit, dan berkali-kali juga mengeluh pada sahabat baiknya, Syiana, mengapa ia tak memperkenalkan Radit padanya semenjak dulu. Status Edyta dan Radit yang sama-sama jomblo membuka peluang bagi Edyta untuk lepas dari “perjodohan” yang direncanakan oleh kakak-kakaknya. Yah, semenjak Edyta menjomblo dan mengingat umurnya yang dainggap “sudah tua” oleh Ferro dan Ilham, kakak-kakak tersayangnya kerap kali menjadwalkan blind date dengan teman-temannya. Namun hasilnya selalu nol.

Suatu hari, setelah “dikhianati” oleh pasangan blind date rancangan kakaknya -si cowok bernama Bara yang tak jadi datang setelah Edyta menunggunya selama berjam-jam-, dengan wajah super duper bete dan perut keroncongan, Edyta pun memutuskan untuk pergi ke sebuah restoran Jawa favoritnya, Candra Kirana. Namun, sesampainya di sana ia harus menelan kenyataan pahit : semua tempat duduk penuh. Maka, ia pun harus menunggu hingga tersedia tempat duduk yang kosong. Beberapa waktu kemudian, ia melihat sebuah meja kosong. Buru-buru ia menuju ke sana dan ketika ia duduk, seorang lelaki juga sedang menarik kursi yang berada di sampingnya, di meja yang sama. Ketika sang pelayan menjelaskan duduk perkaranya, bahwa lelaki itulah yang sudah terlebih dulu memesan tempat, Edyta terpakasa berbohong karena ia sudah tak dapat menahan lapar lagi. Untunglah si cowok itu lebih memilih mengalah daripada harus berdebat dengan si cewek yang dilihatnya sedang jutek tersebut. Toh, ia masih bisa duduk satu meja dengannya.

Begitulah kisah pertemuan dua insan ini. Dimulai dari sebuah meja di restoran Jawa yang kemudian berlanjut dengan kisah Edyta yang harus kelabakan mengurusi ban mobilnya yang kempes, yang kemudian berlanjut lagi dengan bantuan si cowok tadi yang dikenalnya dengan nama Ardian. Edyta yang merasa bersalah dan berterimakasih itu pun akhirnya mulai berkenalan dengan Ardian lewat BBM. Sejak saat itulah ia merasakan sesuatu yang lain ketika berkomunikasi dengan Ardian, Ardian membuat Edyta merasa nyaman. Tidak seperti dengan Radit kemudian. Namun, hubungan lewat BBM itu terputus ketika BB Edyta jatuh ke lantai, dan membuat alat komunikasi kesayangannya itu hancur total. Sejak saat itu pulalah Edyta mengalami berbagai kisah seru dan kocak dalam pencarian Ardian. Tak punya identitas lain selain satu nama itu tak membuat Edyta putus asa, karena lewat kisah yang dialaminya itulah ia bisa menemukan fakta tentang orang-orang terdekatnya.

Di sisi lain, Ardian pun juga bingung ketika ia putus kontak dengan Edyta. Hal serupa yang dialami Ardian membuat ia kalang kabut mencari Edyta di tengah-tengah kesibukannya sebagai seorang pilot. Meski berteman dekat dengan salah satu koleganya, seorang pramugari baru di maskapainya, ia ternyata tak bisa melupakan Edyta. Sosok yang baru dikenalnya beberapa jam di sebuah restoran dan beberapa hari lewat BBM. Hal ini jugalah yang mengantar Ardian mengalami berbagai kisah seru untuk menemukan Edyta.

Tak henti-hentinya saya tersenyum-senyum sendiri ketika membaca novel ini. Apalagi di bagian awal, tentang Edyta. Gaya penulisan Mbak Nina Ardianti yang gaul namun dialognya tidak membosankan membuat saya betah baca Edyta dan tak ingin kisah Edyta hanya berakhir di situ. Dengan selingan humor, saya tak urung untuk tertawa dan terkagum-kagum pada sifat Edyta yang supel dan selalu disayangi oleh banyak orang.

Mungkin saja saya yang memang kurang belajar, ada beberapa istilah-istilah yang kurang saya pahami.  Bagi orang awam, mungkin mereka akan kesulitan mencerna maksudnya. But overall, keren kok.

So, just read this novel!!! It’s cool guys!
p.s: ...dan dari novel inilah saya mulai menyukai lagu ini:
...going back to the corner when I first saw you
Gonna camp in my sleeping back i’m not gonna move...

-The Man Who Can’t Be Moved, The Scrypts.


February 02, 2013 No comments

Sebuah buku best seller karya Muhammad Assad. Salah seorang pemuda negeri ini yang berhasil meraih cita-citanya berkuliah ke luar negeri, dan menginspirasi saya, beserta banyak orang lainnya. Buku ini sebenarnya adalah sebuah kumpulan post di blognya mas Assad yang kemudian dibukukan. Berisi kumpulan cerita penuh inspirasi dari Qatar beserta berbagai macam tulisannya tentang masalah-masalah umum yang mampu menyadarkan para pembacanya.

Kisah paling menarik di buku ini menurut saya adalah ketika Mas Assad mendapatkan tiket eksklusif karena sedekah. Ya, karena sedekah! Pertamanya Mas Assad menceritakan pengalamannya ketika naik pesawat terbang. Hal ini terjadi ketika Mas Assad hendak pulang ke Indonesia. Mas Assad awalnya hanya memesan tiket ekonomi, kemudian karena ada pergeseran tempat, akhirnya mas Assad mendapat tempat di VIP,, wuiihhh… Alhamdulillah banget deh… (gitu nggak ceritanya?? agak lupa nih…) Setelah diingat-ingat, ternyata Mas Assad sebelum naik pesawat bersedekah dulu… Tiket ekonomi diganti dengan tiket VIP. Berapa kali lipat tuh???

Setelah itu, sewaktu hendak kembali ke Qatar Mas Assad juga mencoba lagi. Beliau bersedekah lagi, berharap sedekah itu diganti berkali-kali lipat. Mas Assad iseng-iseng mecoba bertanya kepada petugas apakah dia bisa duduk di VIP, ternyata tempat duduknya sudah penuh. Namun beberapa saat kemudian, sesaat sebelum berangkat petugas tiket memanggilnya, dan mengganti tiketnya. Hal itu tidak disadarinya selama beberapa saat, dan ternyata Mas Assad kembali mendapatkan tempat duduk eksklusif lagi. Hwaaa….. Alhamdulillah… (Kalau ceritanya agak beda maaf ya, pokoknya intinya gitu… udah agak lupa (lagi) nih…)

Nah, cerita ketiga adalah pada saat Mas Assad hendak menonton pertandingan sepak bola di Qatar. Harga tiketnya… wah, mahal deh.. (bagi saya).. Terus Mas Assad mencoba mengikuti kuis yang diadakan di twitter.  Hadiahnya, tentu saja meononton pertandingan sepak bola itu. Tapi Mas Assad sudah punya rencana, kalau ia memang mau mendapatkan tiket gratis, ia harus bersedekah dulu. And that’s work! Mas Assad memenangkan kuis itu. Hal yang tak terduga pun terjadi lagi. Mas Assad pada awalnya hanya mengira kalau ia mendapat tempat duduk di ekonomi. Maklumlah, namanya juga hadiah kuis twitter. Eh, tak disangka mas Assad mendapat  tiket VIP (atau VVIP yah??) Pokoknya, setelah itu mas Assad segera menuju ke lokasi. Iseng-iseng lagi, mas Assad melirik bangku eksekutif. Karena ada tempat duduk yang kosong, Mas Assad pun pura-pura berjalan kesana, dan duduk di tempat yang kosong. Toh, kalaupun ada orangnya, mas Assad kan bisa segera pergi. Alhamdulillah, sampai pertandingan berakhir pun Mas Assad masih siaga di tempat paling eksklusif itu. Ckckck....

Sebenernya masih ada banyak cerita lagi yang menarik. Tapi nggak seru kan kalau saya ceritain disini. Bahasanya yang sederhana tak berkesan bahwa Mas Assad menggurui kita. Kita akan diajak berpikir kembali, menyadari kembali, apa lagi ya... yah, gitu deh pokoknya! Baca aja bukunya yah!!! Kerennn!!!

PS : Thanks for Rizky Putri Hardyanti for the book!!! 


January 28, 2013 No comments

Beberapa minggu yang lalu, saya dikejutkan oleh teman saya, karena ia sudah mempunyai Perahu Kertas yang part II. Entah mengapa saya sudah tidak seheboh dulu lagi, ketika mendapatkan PK I. Saya juga tidak buru-buru ingin menontonnya. Namun, karena keinginan teman-teman sekelas, akhirnya nobar pun dimulai. Mumpung ada bioskop gratis. Hehe.

And right, according to my prediction, the second part is better than the first. Kenapa? Karena cerita di part II lebih mendetail. Hal ini dapat diprediksi karena pada part I alurnya benar-benar cepat. Jika membaca novelnya, mungkin lebih dari setengah novelnya ada di part I.

Jadi, bagusnya di part II ini cerita bisa lebih mendetail, dan saya malah merasa alurnya jadi lambat banget, gara-gara udah nonton yang pertama mungkin ya. Tapi, ada satu yang membuat saya tidak nyaman menontonnya. Entah karena filmnya sendiri, sound di kelas saya, atau entah apa, saya (dan teman-teman sekelas) tidak bisa mendengar suara filmnya dengan jelas. Kami benar-benar tidak nyaman dengan hal itu.

Apalagi ya??? Oh, iya. Soal akting. Kami semua jadi terkesan dengan aktingnya mas Reza Rahadian. Waktu putus dengan Kugy di tepi pantai itu, banyak dari kami yang tidak rela. Kasihan banget sama Remi. Waduh.... Itu tandanya aktingnya mas Reza Rahadian bagus.... Hahaha.

Apalagi nihhh...??? Yang terakhir aja ya. Adegan terakhir di film ini. Ada penambahan ending. Kalau di novel, cerita cuma sebatas Kugy jadian sama Keenan trus menikah. Kugy juga diceritakan sedang mengandung buah hatinya dengan Keenan, the next K. Nah, sebelum itu diceritakan bahwa Remi jadian sama Siska, partnernya Remi. Wah, kalo itu kami semua yang nonton nggak setuju.... hehehe...

p.s : Semua review ini murni subjektif saya, kalo ada yang tidak setuju, nggak apa-apa ya... komentar di bawah aja... hehehe (#ngarep komentar) :D

January 28, 2013 No comments


Written and directed by Doug Atchison, this movie got many awards. That’s why this got many positive reviews. Not only tells about the discrimination, it also gives us a lot of moral values.
Akeelah and The Bee is about akeelah anderson,  a bright 11-year-old girl who studies in  a black school in South Los Angeles. Because of her great ability in spelling, she is encouraged by her school to join the regional spelling bee contest. Firstly, Akeelah refuses to join, but because of her condition she finally get the chance to go to the higher grade of the contest. By help of Dr. Larabee, her coach, Akeelah get a lot of valuables experience she never expected. She also change her attitude during the studying time with him. She learns that everything could be achieved if she always believes in her ability and never afraid to get the things she wants.


Even got many obstruction from her families, she can handle the problem and makes better situation than before. And after passed the hard time, by support of her mother, brother, friends, and her coach, she made the final become the precious thing that she can give to all people who always support her.
Keke Palmer’s (Akeelah anderson) ability in acting make the spectator get involved in her emotion. She really gives the best in becoming the main role. It makes the movie become very interesting.
Not only interesting, but this movie also gives us a lot of moral values. Akeelah Anderson, as an African American girl participation in National Bee Contest teach us that everyone should get the same right in all aspect of the life. It also teachs us to believe in our ability so we can achieve all of our dreams.
Inspite of the positive critics, some people was not satisfied with the plot and the action of the child. They assure that they can guess how was the ending and they do not agree about the romantic scene between Akeelah and Javier. But there are still many people who can enjoy the plot till the ending.
To sum up, Akeelah and the Bee is one of the best movie that not only gives us the good story but also the moral values for everyone in the world. 
January 25, 2013 1 comments





Ame furi Basu tei (raining at the bus stop)
Zubunure  Obake ga itara (if there's a drenched ghost,)
Anata no Amagasa   Sashite agemasho (let him under your umbrella)
Mori e no pasupooto (the passport to the forest,)
Mahou no tobira Akimasu (the magical door will open)

Tonari no To to ro   Totoro   To to ro   Totoro (my neighbor to to ro totoro to to ro totoro)
Tsukiyo no ban ni   Okarina fuiteru (it blows upon its ocarina on the night if the moon)
Tonari no To to ro   Totoro   To to ro   Totoro (my neighbor to to ro totoro to to ro totoro )
Moshimo aeta nara   Sutekina shiawase ga Anata ni kuru wa (if you ever meet him, a wonderful happiness will 
come to you)

Pernah dengar lagu itu? Yap, dua bait di atas adalah OST nya film zaman dulu namun sangat populer : My Neighbor Totoro. Saya aja belum lahir waktu itu, tepatnya tahun 1988, dan setelah kurun waktu lebih dari dua dekade barulah saya bisa menontonnya beberapa minggu yang lalu. Hal itu pun ternyata tak mengurangi kekaguman saya terhadap film yang pernah memenangkan Animage Anime Grand Prix dan Mainichi Film Award untuk film terbaik pada tahun 1988 itu.
Bersetting di sebuah desa yang indah, film ini mengisahkan profesor Tatsuo Kusukabe dan kedua putrinya, Satsuki dan Mei yang baru saja pindah rumah agar lebih dekat pergi ke rumah sakit untuk mengunjungi ibunya. Di desa itu, mereka tinggal di sebuah rumah kuno yang terletak di dekat hutan. Setiap hari mereka berdua menghabiskan waktu bermain di halaman samping rumah yang luas dan hijau tersebut.


Suatu hari, ketika Satsuki sedang pergi ke sekolah, Mei yang bosan bermain sendirian di halaman bertemu dengan makhluk kecil yang kemudian membawanya masuk ke dalam hutan. Setelah menerobos semak-semak panjang akhirnya Mei berhasil mengikuti makhluk kecil itu hingga ke Pohon Champor di mana ia bertemu dengan makhluk besar yang sedang tertidur lelap, Totoro.


Satsuki yang awalnya tidak percaya kepada Mei atas pertemuannya dengan makhluk penjaga hutan itu akhirnya menyadari kesalahannya ketika ia dan Mei sedang menunggu ayahnya pulang dari universitas di halte. Ketika hujan mengguyur dan Mei tertidur lelap dalam gendongannya, sang makhluk besar itu muncul di sampingnya, berpayungkan daun kecil yang hanya melindungi kepalanya. Sejak saat itulah mereka melalui hari-hari bersama Totoro si penjaga hutan dengan berbagai keajaiban dan petualangan yang seru.


Menonton film ini rasanya saya diajak kembali lagi ke alam, ke sebuah desa yang masih sangat alami, terjaga dari berbagai polusi. Ingin rasanya pergi ke desa itu, masuk ke dalam hutan, bermain di sungai, dan bermain dengan teman-teman di halaman yang hijau.
Tak hanya sensasi alam, sepanjang kisah kita akan dihadirkan dengan berbagai adegan lucu Mei dan Totoro yang super duper imut. Kisah persahabatan, kekeluargaan, kebersamaan, bahkan gotong royong merupakan nilai-nilai moral yang akan kita dapatkan seusai menonton film produksi Studio Ghibli yang keren ini.


Nah, tertarik untuk menonton? Nih, saya kasih link trailernya biar penasaran, eh buat referensi... Enjoy it!

Watch Trailer My Neighbor Totoro



Referensi :
http://en.wikipedia.org/wiki/My_Neighbor_Totoro
http://www.animelyrics.com/anime/totoro/tttotoro.htm
January 17, 2013 No comments
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me


A student who loves collecting books, writing occasionally, and enjoy taking some photographs.

Follow Us

Labels

Cerita Teladan cerpen continual flashfiction coretan tanganku encyclopedia flashfiction Justifying the Feeling movie review my handwriting nice story Out of the Blue Resensi Buku resensi novel review film sinopsis buku

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2016 (1)
    • ▼  February (1)
      • Expressing Happiness: What to Do
  • ►  2014 (7)
    • ►  September (2)
    • ►  July (2)
    • ►  June (2)
    • ►  May (1)
  • ►  2013 (25)
    • ►  December (2)
    • ►  September (1)
    • ►  August (4)
    • ►  July (5)
    • ►  May (4)
    • ►  April (1)
    • ►  February (3)
    • ►  January (5)
  • ►  2012 (16)
    • ►  December (2)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  May (2)
    • ►  April (2)
    • ►  March (2)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2011 (3)
    • ►  June (1)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2010 (3)
    • ►  April (3)
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates